SALATIGA — Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Brebes melaksanakan studi tiru implementasi pendidikan inklusif ke Dinas Pendidikan Kota Salatiga. Kegiatan yang dilaksanakan tanggal 4 Mei 2026 tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pendidikan Dasar Kabupaten Brebes, Aditya Perdana, S.E., M.Si., bersama jajaran Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kabupaten Brebes sebagai bagian dari upaya penguatan layanan pendidikan inklusif di daerah.
Rombongan diterima oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Arif Suryadi, S.T., M.M., beserta jajaran di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Salatiga. Kegiatan berlangsung hangat dan penuh semangat berbagi praktik baik antardaerah dalam mewujudkan layanan pendidikan yang setara dan berkualitas bagi semua peserta didik.
Dalam sambutannya, Arif Suryadi menyampaikan apresiasi atas kunjungan studi tiru dari Kabupaten Brebes. Menurutnya, kolaborasi dan saling belajar antardaerah menjadi langkah penting untuk memperkuat implementasi pendidikan inklusif di Indonesia.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena pendidikan inklusif membutuhkan sinergi, komitmen, dan pembelajaran bersama. Setiap daerah memiliki praktik baik yang dapat saling menginspirasi,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, penyampaian maksud dan tujuan studi tiru, serta perkenalan tim dari Kabupaten Brebes. Selanjutnya, Dinas Pendidikan Kota Salatiga memaparkan berbagai strategi dan praktik baik penyelenggaraan pendidikan inklusif yang telah dikembangkan selama ini. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama sebagai simbol penguatan kemitraan antardaerah.
Dalam sesi paparan, peserta mendapatkan penjelasan mengenai implementasi pendidikan inklusif di Kota Salatiga yang didukung regulasi daerah, penguatan kapasitas guru, pengembangan kurikulum adaptif, asesmen fleksibel, hingga penyediaan sarana prasarana yang ramah disabilitas.
Kota Salatiga juga memperkenalkan peran Unit Layanan Disabilitas (ULD) atau Smart Resources Center (SRC) dalam mendukung sekolah inklusif. ULD memiliki fungsi penting dalam pendampingan peserta didik berkebutuhan khusus, pelatihan guru pembimbing khusus (GPK), layanan konsultasi sekolah, deteksi dini, hingga penyusunan program pendidikan individual sesuai kebutuhan peserta didik.
Rombongan kemudian melakukan kunjungan langsung ke ULD (SRC) untuk melihat praktik layanan pendidikan inklusif secara nyata. Dalam sesi tanya jawab, peserta studi tiru banyak mendalami mekanisme pendampingan anak berkebutuhan khusus, strategi peningkatan kompetensi guru, pengembangan ruang sumber, serta kolaborasi lintas sektor yang dilakukan Pemerintah Kota Salatiga.
Sebagai unit pelaksana teknis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di daerah, BBPMP Jawa Tengah turut berperan dalam penguatan mutu pendidikan inklusif melalui fasilitasi pendampingan, penguatan kapasitas pemerintah daerah dan satuan pendidikan, serta penyebarluasan praktik baik implementasi pendidikan inklusif. Kehadiran BBPMP Jawa Tengah diharapkan mampu memperkuat ekosistem kolaboratif antar daerah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berpihak pada semua anak.
Melalui kegiatan studi tiru ini, diharapkan terbangun jejaring kolaborasi yang semakin kuat antara Kabupaten Brebes dan Kota Salatiga dalam mengembangkan pendidikan inklusif yang ramah, setara, dan bermutu. Semangat berbagi praktik baik ini juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan pendidikan untuk semua tanpa diskriminasi. (Tri Mulyani)








