Semarang, 17 Agustus 2026 — Presiden Prabowo Subianto melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 10 Tahun 2026 menginstruksikan percepatan peningkatan mutu pendidikan. Salah satu langkah nyata untuk mewujudkan kebijakan tersebut adalah melalui program Sekolah Nasional Terpadu (SNT).
SNT merupakan model pendidikan yang dikembangkan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan mengintegrasikan jenjang SMP dan SMA dalam satu manajemen serta ekosistem pendidikan yang berkelanjutan. Program ini ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan bermutu sekaligus menjadi pusat peningkatan mutu bagi satuan pendidikan di sekitarnya.
Hingga tahun 2029, pemerintah menargetkan pembangunan sedikitnya 500 SNT secara bertahap. Pada tahun 2026 sebagai tahap awal, telah disiapkan 37 lokasi, dengan 17 unit SNT ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027, sementara lokasi lainnya masih dalam proses pembangunan.
Di Provinsi Jawa Tengah, terdapat dua SNT yang mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027, yakni SNT 2 Banyumas di Kabupaten Banyumas dan SNT 14 Jepara di Kabupaten Jepara.
Masing-masing SNT menerima 80 peserta didik, terdiri atas 40 siswa kelas VII dan 40 siswa kelas X. Setiap rombongan belajar berjumlah 20 siswa. Peserta didik yang diterima telah melalui proses seleksi yang meliputi seleksi administrasi dan tes bakat skolastik.

Kyala dan Kaima, murid angkatan pertama SNT 2 Banyumas
Antusiasme Siswa Angkatan Pertama
Keberadaan SNT mendapat sambutan positif dari para peserta didik angkatan pertama. Kayla dan Kaima, dua siswa yang bergabung di SNT 2 Banyumas, mengaku antusias mengikuti proses pembelajaran di sekolah baru tersebut. Keduanya menyampaikan kesan dan harapannya di sela-sela kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS).
Kayla, siswa kelas X SNT 2 Banyumas yang sebelumnya bersekolah di SMA Negeri 1 Banyumas, tertarik bergabung karena melihat SNT sebagai sekolah percontohan dengan fasilitas yang mendukung pengembangan potensi peserta didik.
“SNT sekolah percontohan dengan fasilitas yang banyak. Itu yang membuat saya tertarik. Di SNT saya bisa lebih mengoptimalkan bakat dan minat saya karena fasilitasnya lengkap,” ujar Kayla.
Sementara itu, Kaima, siswa kelas X SNT 2 Banyumas yang sebelumnya bersekolah di SMA Negeri Ajibarang, mengetahui program SNT melalui informasi di media sosial. Siswa berprestasi di bidang nonakademik, khususnya olahraga voli indoor, tersebut mengaku tertarik karena SNT merupakan program pemerintah yang menjadi perhatian langsung Presiden.
“Untuk mengetahui sekolah ini, saya mencari informasi di media sosial dan membaca informasinya. Karena ini program dari Presiden langsung, saya tertarik. Saya kemudian merekomendasikannya kepada ayah saya dan akhirnya disetujui,” ungkap Kaima.
Menurut Kaima, keberadaan SNT memberikan harapan baru untuk mengembangkan potensi dan prestasinya.
“Di sini saya bisa mengembangkan prestasi-prestasi saya yang mungkin di sekolah sebelumnya kurang didukung. Saya berharap di sekolah ini saya bisa lebih mengembangkan dan menunjukkan prestasi saya,” lanjutnya.
MPLS Terintegrasi di BBPMP Jawa Tengah
Sebagai bagian dari proses awal pembelajaran, pelaksanaan MPLS bagi peserta didik dari kedua SNT di Jawa Tengah dilaksanakan secara terintegrasi di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah pada 12–17 Agustus 2026.
Pelaksanaan MPLS tidak hanya memberikan pengenalan terhadap lingkungan dan budaya sekolah, tetapi juga membekali peserta didik dengan berbagai wawasan serta pengalaman yang mendukung pembentukan karakter dan kesiapan mereka mengikuti proses pendidikan di SNT.
Kaima mengaku mendapatkan pengalaman yang menyenangkan selama mengikuti MPLS.
“MPLS-nya seru banget. Materinya membuat kita tahu lebih banyak wawasan, sehingga wawasan kita menjadi lebih luas dan lengkap. Tempatnya juga sangat mendukung. Banyak arena olahraga, ada lapangan tenis, voli, basket, badminton, dan lain sebagainya. Tempat tinggalnya juga nyaman, bersih, dan asri,” tuturnya.
Di akhir perbincangan, Kayla dan Kaima juga menyampaikan pesan kepada teman-teman peserta MPLS agar tetap semangat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan menjaga kesehatan.
“Tetap semangat menjalani MPLS karena masih ada beberapa hari lagi. Tetap jaga kesehatan. Beberapa teman kami ada yang sakit atau kurang enak badan. Semoga mereka segera sembuh dan yang lainnya tetap menjaga kesehatan,” pesan mereka.




Aktivitas MPLS SNT 2 Banyumas dan SNT 14 Jepara
Sebagai siswa angkatan pertama, Kayla dan Kaima berharap SNT dapat terus memberikan fasilitas pendidikan yang memadai dan mendukung seluruh kegiatan pembelajaran. Mereka berharap berbagai fasilitas dan program yang ditawarkan sejak proses pendaftaran dapat diwujudkan secara optimal sehingga peserta didik dapat berkembang sesuai dengan bakat, minat, dan potensinya.
Kehadiran SNT di Jawa Tengah diharapkan tidak hanya menjadi alternatif dalam memperluas akses pendidikan bermutu, tetapi juga menjadi model satuan pendidikan yang mampu melahirkan generasi unggul, berkarakter, dan memiliki daya saing.(IM)








