Semarang, 21 Juli 2026 – Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026 sebagai upaya memastikan implementasi kedua program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berjalan sesuai kebijakan serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu layanan pendidikan.
Kegiatan monitoring dan evaluasi dilaksanakan pada rentang tanggal 13–17 Juli 2026 di 140 satuan pendidikan yang tersebar di 35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah. Setiap kabupaten/kota menjadi lokasi pemantauan pada empat jenjang pendidikan, yaitu PAUD, SD, SMP, dan SMA. Seluruh satuan pendidikan sasaran merupakan peserta pendampingan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah difasilitasi oleh BBPMP Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2026 dan pada saat yang sama juga menyelenggarakan MPLS Ramah Tahun Pelajaran 2026/2027.
Kepala BBPMP Provinsi Jawa Tengah, Dr. Nugraheni Triastuti, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi merupakan bagian penting dari proses penjaminan mutu pendidikan. Melalui kegiatan ini, BBPMP Jawa Tengah menghimpun data dan informasi secara langsung mengenai pelaksanaan Program MBG dan MPLS Ramah, mulai dari tingkat keterlaksanaan, capaian program, kendala yang dihadapi, hingga praktik-praktik baik yang berkembang di satuan pendidikan. Hasil monitoring tersebut akan menjadi dasar dalam penyempurnaan kebijakan, penguatan pendampingan, serta peningkatan kualitas implementasi program secara berkelanjutan.
Salah satu sekolah yang menjadi sasaran dalam kegiatan pemantauan tersebut adalah SD Negeri 1 Banjaran Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang. Pelaksanaan MPLS Ramah di SD Negeri 1 Banjaran berjalan lancar. Ada 28 murid kelas 1 yang mengikuti MPLS Ramah dengan diampu oleh guru kelas. Beberapa aktivitas yang dilaksanakan pada MPLS Ramah tersebut diantaranya perkenalan dengan semua guru, kakak kelas, pengenalan lingkungan sekolah dan lingkungan sekitar sekolah, dan pengenalan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat. “Secara keseluruhan pelaksanaan MPLS Ramah berjalan sesuai panduan, tidak ada permasalahan yang berarti. MPLS Ramah selama 5 hari alhamdulilah memberikan dampak pada kesiapan murid kelas 1 untuk menjalani proses pembelajaran selanjutnya”, Ibu Wilda selaku Kepala Sekolah.




Aktifitas MPLS Ramah dan MBG di SDN 1 Banjaran, Taman Pemalang (doc IM)
Terkait dengan pelaksanaan MBG, pelaksanaan di SDN 1 Banjaran telah berjalan sesuai prosedur. meskipun menurut hasil pemantauan pelaksanaan perlu sedikit perbaikan-perbaikan seperti tempat cuci tangan yang perlu ditambah, pelaksanaan pembelajaran/penguatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan penguatan karakter murid oleh guru sebelum, saat makan, dan setelah makan.
Melalui kegiatan ini diharapkan tersedianya data yang akurat dan objektif mengenai implementasi MBG dan MPLS Ramah, teridentifikasinya berbagai capaian maupun tantangan di lapangan, terdokumentasikannya praktik baik yang dapat direplikasi oleh satuan pendidikan lain, serta tersusunnya rekomendasi yang dapat dimanfaatkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan sebagai dasar pengambilan kebijakan dan penguatan pendampingan program.
Sebagai Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di bidang penjaminan mutu pendidikan, BBPMP Provinsi Jawa Tengah terus berkomitmen mendukung keberhasilan implementasi program prioritas Kemendikdasmen. Monitoring dan evaluasi ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan Program MBG dan MPLS Ramah memberikan manfaat nyata dalam mewujudkan peserta didik yang sehat, berkarakter, dan siap belajar menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045. (IM)








