

Tikus di Rumah Baroto Tirta Nursari …… Keceriaan hari Minggu dan celotehan yang bersahutan terusik oleh keributan kecil di sebuah rumah di sudut kampung. Itu rumah Pak Baroto. Lelaki pensiunan guru itu rupanya sedang marah besar. Jasnya yang baru saja keluar dari taylor di kota dan digantung di atas ranjang besi, berlubang besar…. dan…

Kacer Tirta Nursari Seekor kacer memakan korban. Seorang lelaki terluka, seorang lagi meninggal. Seorang perempuan menjadi janda, dan 3 anak menjadi yatim….sebuah perusahaan dirugikan puluhan juta. Ah, hanya karena seekor kacer… sederet manusia jadi korbannya… Kamukah salah satu diantaranya? Burung mungil itu terbang rendah di antara dedahanan pohon pakel yang sedang berbunga lebat…

SAWITRI DAN SELENDANG SUTRANYA (2/2) Tirta Nursai Lalu, pada saat hari mulai sendu meremang, perempuan itu melepas selendangnya, memasukkan ke dalam dompet berhiaskan sulaman bunga. Lantas dia akan memacu motornya, kembali pada kehidupan yang selalu saja meremangkan kuduknya. Namun dia harus pulang. Dia perempuan pengabdi. Perempuan itu memuja rembulan. Pada setiap malam, saat hari…

SAWITRI DAN SELENDANG SUTRANYA (1/2) Tirta Nursari Sungguh, perempuan itu sudah lupa rasanya bercumbu. Yang dia ingat, kala percumbuan terakhir itu dia hampir saja menumpahkan semua isi perutnya, andai sedikit saja dia lupa, bahwa lelaki itu masih berhak atas dirinya. Tubuh lembayung yang entah sudah berapa kali dilecut dengan kata-kata, tetapi masih juga dia suka…

Cinta jatuh cinta. Gosip itu tiba-tiba saja merebak begitu saja. Orang-orang dekatnya mulai mengamati perubahan yang terjadi pada dirinya. Gaya busananya, dandanan wajahnya, senyum di bibirnya, dan tentu saja, gesture tubuhnya. Memang tak ada yang berani bertanya langsung pada dirinya. Tetapi bukankah orang lebih suka kasak kusuk dan bermain asumsi saja di belakang daripada bertanya…
Oleh : Dwi Kustari* Badanku terasa segar setelah mandi air hangat. Aku mengambil gelas berisi teh panas yang disajikan oleh Budhe Onah di atas meja. “Kok pahit, Budhe?”, tanyaku. “Disini, kalau minum teh ya nggak pakai gula. Kalian orang Jogja memang sukanya manis-manis, ya. Sebentar, Budhe ambil gula dulu di…
Oleh : Dwi Kustari* Besok adalah hari lebaran. Biasanya, beberapa hari sebelumnya saat menjelang lebaran, kami sudah bersiap-siap untuk mudik, pulang ke kampung halaman Bapak untuk menengok Mbah Cilacap, nenekku. Kalian pasti bertanya kenapa aku menyebut nenekku Mbah Cilacap. Sebetulnya orang tuaku yang membiasakan kami, anak-anaknya, untuk memanggil kakek nenek kami dengan sebutan Mbah…
Oleh : Dwi Kustari* Kejadian yang ku alami pada tanggal 25 Desember 2018 masih kuingat dengan jelas sampai saat ini. Perjalanan dari Jogja menuju Semarang yang ku tempuh melalui Magelang yang diwarnai aroma mistis dan membawaku memasuki dunia yang tak kasat mata. Percaya atau tidak, namun peristiwa ini benar-benar terjadi. Namaku Tari, umur sudah…
Oleh : Dzakiron, Guru PAI SDN 01 Tenogo Kabupaten Pekalongan “Oke, sekarang bagaimana cara kalian akan memetiknya?” tanya saya kepada tiga bocah di depan saya: Bima, Lana, dan Zidan pada Selasa sore, 11 Februari 2020 silam setelah Sholat Ashar di depan Masjid Baitul Abror Paninggaran Kabupaten Pekalongan. Sebelum Ashar, ketiga tetangga saya yang masih…
Oleh : Abigail Agata Chrisanta Dysa Juliana Sekalipun orang tua tidak mendukungmu, jika kamu mau terus berusaha dan berdoa, yakinlah kesuksesan menunggumu. Namaku Lia, aku tau aku tidak banyak dikenal. Namun, berkat kegigihanku aku berhasil membuat beberapa novel. Peminatnya pun sudah cukup banyak. Hari itu, aku bersiap untuk berangkat ke sekolah. Aku menyelesaikan sarapanku.…