Cerpen

  • Cerpen : Sang Marbot

    Cerpen : Sang Marbot

    Sang Marbot   Berita itu bagai air bah yang tak bisa dibendung lajunya. Melimbah meruah. Ahmadun, anak semata wayang Mang Kholid, marbot masjid Al Falah, tiba-tiba muncul di kampung. Kabarnya, anak muda yang sudah tiga tahun mondok di sebuah  pesantren yang cukup terkenal di Pulau Jawa ini telah dipulangkan. Semua orang berghibah. “Dia ketahuan merokok…

  • CERPEN 11: KEAJAIBAN GIGIH
    , ,

    CERPEN 11: KEAJAIBAN GIGIH

    By: Dr. MRT (Dr. Mampuono R. Tomoredjo, S. Pd., S. Pd., M. Kom.) Di jalan KH . Ahmad Dahlan nomor 4 kota Semarang itu, berdiri sebuah bangunan tua yang terlihat mulai memudar warna warnanya, namun penuh makna. Gedung berlantai dua itu adalah SLB YPAC, tempat di mana keajaiban-keajaiban kecil terjadi setiap hari. Meskipun temboknya mulai…

  • CERPEN 34: GENTA 
    , ,

    CERPEN 34: GENTA 

    By: Dr. MRT (Dr. Mampuono R. Tomoredjo, S. Pd., S. Pd., M. Kom.)  Langit desa membentang biru, terhampar seperti lembaran batik yang belum ternoda. Sawah-sawah membentang di bawahnya, menggelitik angin yang lewat. Tapi bagi Genta, bocah kurus dengan mata redup yang sering menatap tanah, langit biru dan sawah hijau hanyalah latar kosong yang tak berarti.…

  • CERPEN 32: OPTIMISME
    ,

    CERPEN 32: OPTIMISME

    By: Dr. MRT (Dr. Mampuono R. Tomoredjo, S. Pd., S. Pd., M. Kom.) Langit malam di Desa Gebangtuwo tergantung seperti kain kusut, menggelayut rendah, hitam kelam, menyimpan segala kesunyian dan kepasrahan dari seisi desa. Di bawah remang-remang lampu minyak, ada satu sudut desa yang lebih hidup dari biasanya—lebih hidup dari mushala atau masjid, bahkan lebih…

  • CERPEN 27: KELAS 3A
    , ,

    CERPEN 27: KELAS 3A

    By: Dr. MRT (Dr. Mampuono R. Tomoredjo, S. Pd., S. Pd., M. Kom.)   Langit di pagi hari itu seperti kanvas biru muda yang ditorehkan oleh kuas halus sang seniman. Matahari tersenyum dari balik kabut, sinarnya yang lembut menyusup ke dalam jendela kelas 3A di SDIT Al Jabar, membawa kehangatan dan semangat baru. Devi Setyaning…

  • CERPEN 24: SUPIT UDANG
    , ,

    CERPEN 24: SUPIT UDANG

    By: Dr. MRT (Dr. Mampuono R. Tomoredjo, S. Pd., S. Pd., M. Kom.) Hari sudah menjelang zuhur. Matahari menggantung di langit, seolah enggan beranjak, menyiramkan cahayanya yang berkilauan di halaman SD Gebangsari yang lengang. Tiada terdengar tawa ataupun sorak-sorai, hanya sunyi yang menyelinap di setiap sudut. Semua kelas tengah tenggelam dalam pelajaran, dijaga oleh guru-guru…

  • CERPEN 17: BARA 
    , ,

    CERPEN 17: BARA 

    By: Dr. MRT (Dr. Mampuono R. Tomoredjo, S. Pd., S. Pd., M. Kom.) Langit cerah di tahun 2006 menjadi saksi bisu saat mimpi itu mulai tumbuh dalam benakku—mimpi tentang sebuah rumah. Tidak sekadar rumah, melainkan tempat berlindung yang penuh kehangatan, tempat di mana cinta keluarga akan abadi seperti bara yang tak pernah padam. Saat itu,…

  • CERPEN 25: DIGIGIT BELUT BERSISIK
    , ,

    CERPEN 25: DIGIGIT BELUT BERSISIK

    Oleh : Dr. MRT (Dr. Mampuono R. Tomoredjo, S.Pd., S.Pd., M.Kom.) Hujan telah lama pergi, meninggalkan tanah di kebunku dengan retakan-retakan halus, seolah bumi menguap, menghela napas panjang setelah sekian lama basah. Di tengah kekeringan yang pelan-pelan menggerogoti kebun dan ladang, blumbang di Dadah Wetan masih menyimpan sisa-sisa kehidupan.  Dadah Wetan itu hutan bambu yang…

  • CERPEN 23: ULAR GADUNG
    , ,

    CERPEN 23: ULAR GADUNG

    By: Dr. MRT (Dr. Mampuono R. Tomoredjo, S. Pd., S. Pd., M. Kom.) Hari itu masih pagi. Matahari baru saja bangkit dari tidurnya yang lelap, memandikan kampung Widuri dengan cahaya keemasan. Jam menunjukkan pukul 7:30 ketika aku dan teman-temanku, anak-anak kampung Widuri, berangkat bersama-sama menuju SD Gebangsari. Tahun itu adalah tahun 1978, dan kami baru…

  • CERPEN 22: KURSI
    , ,

    CERPEN 22: KURSI

    By: Dr. MRT (Dr. Mampuono R. Tomoredjo, S. Pd., S. Pd., M. Kom.)   Di kota kecil bernama Widuri, angin lembut dari pesisir selalu membawa ketenangan, mengalir di antara pepohonan dan bangunan-bangunan tua yang berdiri tenang. Di tengah hiruk-pikuk keseharian, berdirilah sebuah bangunan sederhana yang menyimpan banyak harapan: PKBM “Mampu Merdeka.” Tempat ini bukan sekadar…

Kemendikdasmen Prioritas