

Jaman Sangsaya Pikun Tirta Nursari Donya sangsaya pikun Nom-noman kelangan pandom Sajrone wana pindha Cakil Pethenthang-pethentheng Gawa curiga ligan Sadawane marga tan beda klithih Geber motor knalpot dibrom Sajak sekti tanpa tanding Tan eling sadhuwure langit ana langit Para mudha mesthine sinau Gulawenthah dhiri supaya dadi generasi emas Ora mung dadi generasi stroberi Kang…

Nalika Jagad Asung Panjurung Tirta Nursari Wengi Iki rembulan ndadari Tembang pangalembana hangengidung Maruta ngirim gandaning mlathi tumuju marang mudha mudhi kang lagi andum kasmaran Ing sajroning senthong Kang korine rapet kinunci Sawise ijab kabul kaucap njero senthong dadi wewadi ing njaba, dara-dara andum donga Mestakung Nalika jagad asung panjurung Bergas, 24 Desember 2025…

Bocah-Bocah kang Lair Tanpa Katresnan Tirta Nursari Ana netra kang alum, nalika tangis pecah ing tengah wengi tan ana astaning ibu kang ngrengkuh kanthi angeting kalbu Kembang kang isih kuncup, alum ing taman tanpa ganda Nalika pasangan ambyur ing blumbangan dosa Mijil winih tanpa pangajab kembang thukul tanpa warna kalangan klawuning pedhut Bocah-bocah kang…

Sang Marbot Berita itu bagai air bah yang tak bisa dibendung lajunya. Melimbah meruah. Ahmadun, anak semata wayang Mang Kholid, marbot masjid Al Falah, tiba-tiba muncul di kampung. Kabarnya, anak muda yang sudah tiga tahun mondok di sebuah pesantren yang cukup terkenal di Pulau Jawa ini telah dipulangkan. Semua orang berghibah. “Dia ketahuan merokok…

Lagu Lama, Kota Tua *)Tirta Nursari Pada simpulan rindu Ada renjana dalam setiap detak Kala reronce puspa menawarkan pesona ada yang menggelinjang ada detak nadi yang berirama ada cerita dalam sepenggal romansa Oude stad Little Netherlands Kala malam menyambang Jembatan Mberok berhias kunang Perempuan-perempuan malam menyapa Matanya menggerling menggoda ini sepenggal cerita lama Marba,…

Saat Senja Datang *)Tirta Nursari Hari ini masih saja terasa sunyi. Genderang belum lagi bertabuh di jendela hati. Saat kau datang dan mengetuk kori, lalu masuk begitu saja tanpa permisi lagi “Mawarku, aku telah memagari dahan-dahan dan rerantingmu dengan ribuan duri, agar tak lagi ada kumbang datang menyambang, dan aku cemburu.” Lalu senja datang,…

By: Dr. MRT (Dr. Mampuono R. Tomoredjo, S. Pd., S. Pd., M. Kom.) Di jalan KH . Ahmad Dahlan nomor 4 kota Semarang itu, berdiri sebuah bangunan tua yang terlihat mulai memudar warna warnanya, namun penuh makna. Gedung berlantai dua itu adalah SLB YPAC, tempat di mana keajaiban-keajaiban kecil terjadi setiap hari. Meskipun temboknya mulai…

By: Dr. MRT (Dr. Mampuono R. Tomoredjo, S. Pd., S. Pd., M. Kom.) Langit desa membentang biru, terhampar seperti lembaran batik yang belum ternoda. Sawah-sawah membentang di bawahnya, menggelitik angin yang lewat. Tapi bagi Genta, bocah kurus dengan mata redup yang sering menatap tanah, langit biru dan sawah hijau hanyalah latar kosong yang tak berarti.…

By: Dr. MRT (Dr. Mampuono R. Tomoredjo, S. Pd., S. Pd., M. Kom.) Langit malam di Desa Gebangtuwo tergantung seperti kain kusut, menggelayut rendah, hitam kelam, menyimpan segala kesunyian dan kepasrahan dari seisi desa. Di bawah remang-remang lampu minyak, ada satu sudut desa yang lebih hidup dari biasanya—lebih hidup dari mushala atau masjid, bahkan lebih…

By: Dr. MRT (Dr. Mampuono R. Tomoredjo, S. Pd., S. Pd., M. Kom.) Langit di pagi hari itu seperti kanvas biru muda yang ditorehkan oleh kuas halus sang seniman. Matahari tersenyum dari balik kabut, sinarnya yang lembut menyusup ke dalam jendela kelas 3A di SDIT Al Jabar, membawa kehangatan dan semangat baru. Devi Setyaning…