Puisi

  • Puisi : Jaman Sangsaya Pikun

    Puisi : Jaman Sangsaya Pikun

    Jaman Sangsaya Pikun Tirta Nursari   Donya sangsaya pikun Nom-noman kelangan pandom Sajrone wana pindha Cakil Pethenthang-pethentheng Gawa curiga ligan Sadawane marga tan beda klithih Geber motor knalpot dibrom Sajak sekti tanpa tanding Tan eling sadhuwure langit ana langit Para mudha mesthine sinau Gulawenthah dhiri supaya dadi generasi emas Ora mung dadi generasi stroberi Kang…

  • Puisi : Nalika Jagad Asung Panjurung

    Puisi : Nalika Jagad Asung Panjurung

    Nalika Jagad Asung Panjurung Tirta Nursari   Wengi Iki rembulan ndadari Tembang pangalembana hangengidung Maruta ngirim gandaning mlathi tumuju marang mudha mudhi kang lagi andum kasmaran Ing sajroning senthong Kang korine rapet kinunci Sawise ijab kabul kaucap njero senthong dadi wewadi ing njaba, dara-dara andum donga Mestakung Nalika jagad asung panjurung Bergas, 24 Desember 2025…

  • Puisi : Bocah-Bocah kang Lair Tanpa Katresnan

    Puisi : Bocah-Bocah kang Lair Tanpa Katresnan

    Bocah-Bocah kang Lair Tanpa Katresnan Tirta Nursari   Ana netra kang alum, nalika tangis pecah ing tengah wengi tan ana astaning ibu kang ngrengkuh kanthi angeting kalbu Kembang kang isih kuncup, alum ing taman tanpa ganda Nalika pasangan ambyur ing blumbangan dosa Mijil winih tanpa pangajab kembang thukul tanpa warna kalangan klawuning pedhut Bocah-bocah kang…

  • Puisi : Lagu Lama, Kota Tua

    Puisi : Lagu Lama, Kota Tua

    Lagu Lama, Kota Tua *)Tirta Nursari   Pada simpulan rindu Ada renjana dalam setiap detak Kala reronce puspa menawarkan pesona ada yang menggelinjang ada detak nadi yang berirama ada cerita dalam sepenggal romansa Oude stad Little Netherlands Kala malam menyambang Jembatan Mberok berhias kunang Perempuan-perempuan malam menyapa Matanya menggerling menggoda ini sepenggal cerita lama Marba,…

  • Puisi : Saat Senja Datang

    Puisi : Saat Senja Datang

    Saat Senja Datang *)Tirta Nursari   Hari ini masih saja terasa sunyi. Genderang belum lagi bertabuh di jendela hati. Saat kau datang dan mengetuk kori, lalu masuk begitu saja tanpa permisi lagi “Mawarku, aku telah memagari dahan-dahan dan rerantingmu dengan ribuan duri, agar tak lagi ada kumbang datang menyambang, dan aku cemburu.” Lalu senja datang,…

  • Puisi : Lagu untuk Palestina

    Puisi : Lagu untuk Palestina

    Tirta Nursari   Sungguh, mereka tak sedang bersamaku Bahkan kedua tanganku takkan mungkin menjangkaunya Meski hatiku berkata betapa ingin aku merengkuhnya bentang jarak ribuan kilo memisahkanku dengan mereka Namun aku mendengar lolong itu begitu nyata Namun aku melihat mata itu begitu sempurna Namun, maafkan aku, saat kutersadar diri, betapa papa diriku Palestina Bumimu membanjir darah…

  • Puisi : Langitku Kan Tetap Biru

    Puisi : Langitku Kan Tetap Biru

    Oleh : Tirta Nursari Tak ada camar di siang itu hanya sekelompok pipit menari Bersama awan dan matahari sembunyi Rinai membasah di bumi nusantara Negeri di mana kuhirup beribu liter udara bersama lantunan doa Hamparan sawah menghijau lagi Sunyiku hilang bersama gerimis dan riang pipit kecil bernyanyi Burung-burung terbang menyusur langit meski belantara hijau telah…

  • Puisi : Bismillah Cinta

    Puisi : Bismillah Cinta

    Oleh : Tirta Nursari pagi ini ingin kurangkai sebaris kata, padamu yang tak jua kuhilang rasa, dan tak jua lelah diri ini menaruh asa kau yang di sana padamu sepucuk doa kusemat, lewat sepertiga malam, hingga kujelang subuh, lalu mentari pagi menghangatkannya, lantas menyapa senja, ; detak waktu terus menggulir saja sepotong doa, bismillah saja…

  • Puisi : Ini Bukan tentang Segenggam Cinta

    Puisi : Ini Bukan tentang Segenggam Cinta

    Oleh : Tirta Nursari   Sayangku, andai bintang hanya sejengkal dari jangkauan maka ‘kan kuruntih satu untukmu agar tiada lagi gulita yang menemani senyapmu Sayangku, ingin kukidung seribu tembang bertutur cinta tentangmu di mana seribu hati dan jiwa telah tertata dengan sempurna melilit dengan rerajut bunga di situ tubuh mungilmu pernah meringkuk dengan sempurna Sayangku…

  • Puisi : Padamu Lelaki yang Memelukku dalam Mimpi Semalam

    Puisi : Padamu Lelaki yang Memelukku dalam Mimpi Semalam

    Oleh : Tirta Nursari Tuan, izinkan kusapa engkau dalam pagi yang basah meski rinai hujan masih sebatas rindu dan aku menimangnya bersama kecambah rasa yang menjalar pada turus waktu yang kian kokoh saat matahari belum juga meninggi, dan bilah pengharap tertinggal pada sekeping hati maka biar saja kupeluk kau yang semalam bertandang dalam mimpi resahku…

Kemendikdasmen Prioritas