Puisi

  • Puisi Dan Deskripsi: Mbakyuku
    ,

    Puisi Dan Deskripsi: Mbakyuku

    [fusion_builder_container type=”flex” hundred_percent=”no” equal_height_columns=”no” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” parallax_speed=”0.3″ video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” border_style=”solid”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ type=”1_1″ layout=”1_1″ background_position=”left top” border_style=”solid” border_position=”all” spacing=”yes” background_repeat=”no-repeat” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” center_content=”no” last=”true” hover_type=”none” background_blend_mode=”overlay” first=”true” min_height=”” link=””][fusion_text] MBAKYUKU Oleh: Dr. Mampuono (Tali Bambuapus Giri) Mbakyuku, Kau ini memang seru Lima tahun lalu, di Gedung Guru Lantang…

  • Puisi dan Deskripsi: Widuri Pagi
    ,

    Puisi dan Deskripsi: Widuri Pagi

    WIDURI PAGI  Oleh: Dr. Mampuono, S.Pd., M.Kom. (Tali Bambuapus Giri) Damai merayap perlahan Berselimut  hangat menyergap Berlari dari timur Uap embun khusuk menari Di sela pucuk pisang dan siwalan Ketika semburat pagi mengintip antara sisa hujan Adalah ketenteraman Dan rumah-rumah kami Dengan uap tebal yang menari-nari Dari kukusan-kukusan di atas dandang Menyelip di antara dinding…

  • Puisi dan Deskripsi: Ungu Langit Menemu Baling

    Puisi dan Deskripsi: Ungu Langit Menemu Baling

    [fusion_builder_container type=”flex” hundred_percent=”no” equal_height_columns=”no” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” parallax_speed=”0.3″ video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” border_style=”solid”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ layout=”1_1″ background_position=”left top” border_style=”solid” border_position=”all” spacing=”yes” background_repeat=”no-repeat” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” center_content=”no” last=”true” hover_type=”none” min_height=”” link=”” background_blend_mode=”overlay” first=”true”][fusion_text] Ungu Langit Menemu Baling Oleh: Dr. Mampuono (Tali Bambuapus Giri) Di atas langit, di sisi tebing tinggi Naungan jejalin ijuk…

  • Puisi: Kugapai Langit Di Atas Manggarai

    Puisi: Kugapai Langit Di Atas Manggarai

    [fusion_builder_container type=”flex” hundred_percent=”no” equal_height_columns=”no” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” parallax_speed=”0.3″ video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” border_style=”solid”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ type=”1_1″ background_position=”left top” border_style=”solid” border_position=”all” spacing=”yes” background_repeat=”no-repeat” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” center_content=”no” last=”no” hover_type=”none” min_height=”” link=””][fusion_text] KUGAPAI LANGIT DI ATAS MANGGARAI Oleh: Dr. Mampuono (Tali Bambuapus Giri) Kuhela nafas, kududukkan tubuh letihku Padanya aku bertumpu Menapaki satu-persatu, anak…

  • Puisi esai : Stroberi-Stroberi yang Hendak Jadi Durian

    Puisi esai : Stroberi-Stroberi yang Hendak Jadi Durian

    Puisi esai : Stroberi-Stroberi yang Hendak Jadi Durian *)Tirta Nursari   ketika media-media menayang gemoy gadis-gadis remaja menari pargoy, dengan seksinya tanpa peduli di mana ruang tempatnya, sepotong stroberi membusuk di mangkoknya (1) kala televisi mewarta dan aplikasi tiktok serta berjenis media berseliweran pula, berkabar tentang seorang bocah remaja pria yang tetiba seolah jadi perkasa…

  • Puisi : Orang-Orang yang Berhati Mati

    Puisi : Orang-Orang yang Berhati Mati

    Puisi : Orang-Orang yang Berhati Mati *) Tirta Nursari   dia ada di tubuhnya tapi dia lupa nuraninya dia pandai bicara tapi dia tak tahu apa isinya dia merasa paling sok iya tapi dia bedebah adanya dia jual ayat-ayat Tuhannya tapi dia lupakan keimanannya dia tunjuk satu jari ke muka lawannya tapi dia lupa pula,…

  • Puisi : Tinggal Puing, Kekasih

    Puisi : Tinggal Puing, Kekasih

    Tinggal Puing, Kekasih harusnya jalan yang berkelok dan menikung itu, kekasih adalah jalan panjang yang kita lalui dengan tangan saling menggamit meski kita tahu, semua teramat rumit tinggal puing, kekasih mestinya jaring laba-laba yang tercipta hanyalah akan membuat perjalanan kita makin berwarna tanpa tengara senja yang datang lebih dulu menyapa tinggal puing, kekasih, ketika terjangan…

  • Puisi : Distopia

    Puisi : Distopia

    DISTOPIA  barangkali hidup itu seperti mimpi tertunda tempat cemas yang menikuri utopia bergemuruh riuh dalam ketakutan dan rumah menjadi jalan pulang dari segala lintas mimpi berkhayal tentang mantra-mantra pikiran dimana kita menyimpan luka yang menyerupai sihir para iblis   Malang, 2022     DELUSI  adakalanya pikiran menjadi puisi yang tak tertulis tak pernah berhenti mengejar…

  • Duhkita, Musna

    Duhkita, Musna

    Duhkita, Musna Tirta Nursari   Ada yang merepih di jiwa, dalam diam yang luka, dewangga mematung sunyi, duhkitamelanuh kalbu Bidadari terluka dalam hianat berbalut jubbah sang Prabu Kresna Jiwa meretak, manastapah melara, Meronta dalam halusinasi jiwa yang amnesia Melupa, siapa kita! Dewangga mematung sunyi, melupa swarga loka yang terlontar lewat kata-kata berbisa Namun repih luka…

  • Puisi : Afagosis

    Puisi : Afagosis

    AFAGOSIS lapar, adalah kata-kata kehilangan ingatan menelusup di perut-perut puisi hingga berkali-kali aksara terjaring di meja jamuan sajak dan takwilkan kerinduan diksi dari sehimpun cemas mungkin esok morfem menjadi porak poranda sebab peradaban tidak mampu lagi bicara tentang afagosis   Malang, 2022     OPUS  langit, semesta suara menghunjam tatapan, sampaikan syair di kelebat musim,…

Kemendikdasmen Prioritas