Puisi

  • Puisi : Guruku
    ,

    Puisi : Guruku

    [fusion_builder_container type=”flex” hundred_percent=”no” equal_height_columns=”no” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” parallax_speed=”0.3″ video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” border_style=”solid”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ type=”1_1″ background_position=”left top” border_style=”solid” border_position=”all” spacing=”yes” background_repeat=”no-repeat” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” center_content=”no” last=”no” hover_type=”none” min_height=”” link=””][fusion_text] GURUKU… Oleh: Dr. Mampuono Guruku… Engkaulah tuntunanku Karenamu aku sregep sinau Sejak menjadi muridmu Sampai akhir hidupku Karena aku Mencontoh dirimu Guruku……

  • Puisi : Tentang Sintren yang Menari dalam Memori

    Puisi : Tentang Sintren yang Menari dalam Memori

    Tentang Sintren yang Menari dalam Memori Tirta Nursari   Matahari menari Terus juga meninggi Ini, sudah 345 tahun, bukan lagi menghitung hari Brebes BERHIAS, merajut mimpi Raih prestasi, bukan sembunyi Oh, Dalam batas kenangan masa kecil Ada sepotong memori yang tertinggal di sini Tentang Genjring sulap Dan sintren dengan kurungan dan kaca mata gelap Lalu…

  • Puisi : Karena Tak Ada Sebab Saat Memeluk Cinta

    Puisi : Karena Tak Ada Sebab Saat Memeluk Cinta

    KARENA TAK ADA SEBAB SAAT MEMELUK CINTA *) Tirta Nursari   Baik, dentangkan saja satu nada Tak perlu ragu apakah do atau re, bahkan jika itu si atau la, atau do tinggi pula Tak perlu kau bimbang, apakah lagumu berada di a mayor atau c minor Aku memang tak tahu irama dan terbata saat mengeja…

  • Puisi : beri sedikit ruang

    Puisi : beri sedikit ruang

    Beri sedikit ruang untuk rindu dimana kita dapat asyik mengenang masa lalu dimana jalinan masa itu menjadi indah saat kita kenang bersama beri sedikit ruang untuk sunyi dalam kesendirian ku melaju masih dapat ku kenang sekerjap cahaya wajahmu nan teduh aku tahu pada masa itu betapa susahnya kau menasehatiku dalam sunyi aku selalu terkenang dengan…

  • Puisi : Menunggu

    Puisi : Menunggu

    *) By loedpri Menunggu Sabar Tak berbatas Rizky Ditunggu Dengan sabar Sakit Perlu sabar Untuk sehat Penat Sabar Berbatas waktu Semangat Berbatas waktu Siap menahan Bosan Rutinitas Perlu sabar Hidup Berbatas waktu Perlu sabar Syukur Pada Tuhan Allah yang Esa Rindu Dendam Perlu sabar Maut menjemput Adalah batas sabar Bagi semua makhluk

  • Puisi : Es Krim Turki di Pavilion

    Puisi : Es Krim Turki di Pavilion

    : Untuk Jasmine & Kinkin   Di sudut Pavilion, malam berhias Lampu-lampu kota bermekaran Memancar, bintang tergantikan. Gedung-gedung menjulang, setingkat lagi Menuju gerbang taman langit Tempat Tuhan menyeduh kopi Membincang nasib-nasib, Barisan orang urban yang menyemut Di sepanjang jalan 168, Bukit Bintang St, Bukit Bintang. Tak terkecuali, Pavilion Crystal Fountain Tiga tempayan bersusun, terukir dedaunan…

  • Kartini adalah

    Kartini adalah

    Hari Kartini, bukan sekedar mengenakan kebaya bukan sekedar mengenakan sanggul berat atau baju adat daerah warna warni lainnya   Hari Kartini adalah semangatnya, emansipasinya menggebrak meja dan menjadi pionir ora mung macak, manak, lan masak bukan ingin sejajar dengan laki-laki, atau melampauinya hanya kesempatan yang sama   Teruslah berjuang perempuan Indonesia kamu hebat kamu kuat…

  • Puisi : Membincang Warna tuhan-tuhan

    Puisi : Membincang Warna tuhan-tuhan

    Huruf-huruf menubuh kata Kata-kata menjelma kalimat Terikat, bermakna Aku, yang puisi Merangkainya, berbicara Menyeru semauku, apa saja Pernah kuseru, tuhan-tuhan berwarna Serupa pelangi saja, Orang-orang memuja. Ku tak mengerti, tuhan-tuhan itu, mau saja Di tato tubuhnya, Dengan simbol-simbol aneka rupa Ideologi, sebut mereka. Kulihat tuhan-tuhan berwarna, Dipancang tiang, berdampingan Berkibar, tak kulihat bertengkar. Justeru umat…

  • Puisi : Terlena
    ,

    Puisi : Terlena

    Sesaat Seperti lepas Dan kemudian kandas Sesaat Dengan langkah gontai Aku menuju keharibaanMu Sesaat Aku seperti Kehilangan keyakinanku pada Mu Sesaat Aku tertidur Dan terbangun ditengah padang nisan padang perhentian akhir suatu pengembaraan batas antara pengembaraan sesaat dengan pengembaraan abadi sesaat aku tersadar bahwa waktu ku sudah dekat aku harus segera kembali aku harus melepas…

  • Placeholder Icon
    ,

    Puisi : Rindu

    Ibu Sungguh aku sayang padamu Aku kangen Ibu Sunggah aku tak tahu Apa yang kau pikirkan tentang diriku Begitu sibuknya Kau atur atur diriku Kau arah aku Ke tempat yang belum tentu Aku mau Ibu Betapa rindunya aku padamu Aku rindu dengan cerewet mu Aku rindu dengan marahmu Ibu Tahukah dirimu Bahwa Aku sekarang sudah…

Kemendikdasmen Prioritas