
Waktu merupakan mahkluk penuh misteri Tak pernah ada orang melihat waktu Bahkan bertemu dengannya Tapi semua kegiatan kita Selalu terikat oleh waktu Bagiku Waktu adalah mahluk yang usianya hanya sekejap mata Tak dapat kembali ke masa lalu Atau dipercepat ke masa depan Dengan waktu Daku belajar ikhlas meninggal kan masa lalu Dan Daku juga belajar…
Hari ini Kembali ke hari Rabu Tidak ada yang berubah Masih seperti rabu 2 atau 3 minggu yang lalu Rabu 2 minggu yang lalu Dengan lembutnya Kau mengantar mandalawangiku Bermain ke tepi sungai Sampai batuk dan kedinginan Rabu Dengan lembut berubah menjadi sabtu Di sabtu Aku sempat pula bermain sebentar Keluar Untuk kemudian Kembali terkulai…
Aisyah Sang adinda Adik dari dua bersaudara Aisyah berbusana Muslimah Membuat sejuk bagi yang memandang Karena tampil menawan Walau semua tertawan Sempurna Andai Ada sepuluh Aisyah Pasti lebih menyejukkan Apalagi Jika ada seratus aisyah Bahkan seribu aisyah Negeri akan menjadi semakin menawan Dan tenteram Sejuk Teduh Menawan serta menenteramkan Negeri ini Jika semua menjadi aisyah…
sebentar lagi ramadan berlalu Ramadan berganti menjadi syawal syahdu merdu alhamdullillah ramadlan tahun ini dapat kulalui sebentar lagi ramadlan berakhir tak perlu kau tangisi kepergiannya bukan karena tahun depan kan datang lagi ramadan dan janganlah kau khawatir karena tak akan berjumpa dengan ramadann di tahun depan tapi syukuri saja dengan perjumpaan kita dengan ramadan di…
Agustus 1945 negeriku merdeka Merdeka dari perbudakan Merdeka dari kerja rodi Namun Pendidikan bangsa saat ini belum berubah Sejak jaman sabak Sampai jaman android Belum berubah Belum merdeka Kurikulum menjadi target Pendidikan Bukankah saat ini Anak anak kita tidak cukup hanya Memakan bangku sekolah saja Mereka perlu diajarkan tentang perubahan Bukan kemapanan Anak anak kita…
Ramadanmu juga ramadanku Kita sahur bersama Kita berbuka bersama Tak terasa sudah Separuh ramadan Kita lalui bersama Sungguh ramadan kali terasa ringan Lega Lengkap dengan segala Kelebihan dan kekurangannya Ramadanmu mungkin tidaklah sama dengan romadanku Meskipun kita tapaki bersama Betapa tidak Kamu punya kesibukanmu sendiri Sedangkan aku dengan kesibukan ku Ramadan kali ini memang ringan…
tanpa bait tanpa kata huruf pun tidak membisu dan membatu menyaksikanmu Rindu memang Tapi Ikhlaskan saja Semua telah berlalu tanpa beban yang berarti baca juga : puisi cemburu Berharap Memang Tapi cukup ikhlaskan saja Walau belum terjadi toh semua asa Pasti bermekaran pada saatnya Seiring dengan putaran waktu Cukup siapkan bekal Cukupkan cukupkan Perbanyak doa…
Aku cemburu padamu Ya Muhammad bin abdullah Karena engkaulah yang Diangkat menjadi rosul Bukan diriku Bukan ayah ku Bukan pula siapa siapaku Aku cemburu pada mu Ya rosulullah Karena engkaulah Yang menjadi penutup Para nabi Sungguh Aku cemburu padamu Ya rosullullah Karena engkaulah Yang menjadi panutan Seluruh umat baca juga puisi ramadlan Sekali lagi Aku…
Dua belas purnama telah berlalu Beberapa hari lagi kita kan memasuki bulan syahdu Ramadlan Ramadlan Tahun ini Sepertinya masih seperti tahun lalu Kesyahduannya masih terasa hingga kini Betapa pun Tahun lalu Merupakan Ramadlan dalam pandemi Tahun ini berulang lagi Ramadan saat pandemi Dua belas purnama Jarak antara dua Ramadlan yang tlah lalu dan yang akan…
Tanpa kecuali Semua akan kembali KepadaMu Robbku Permasalahannya bukan Kan dibawa kemana Melainkan Aku siap apa Robbku Permasalahannya Seberapa yakin aku dengan persiapanku Bukan sebanyak apa Bekalku Robbku Pada akhirnya diriku Hanya dapat pasrah belajar ridho Sampai akhir Dengan keputusan Mu *) loedpri