MBG: Membangun Banjarnegara Gemilang

Kondisi Banjarnegara

Banjarnegara adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang terbagi menjadi 20 kecamatan, 12 kelurahan, dan 266 desa. Secara geografis, wilayah ini mencakup sebagian Dataran Tinggi Dieng dan Pegunungan Serayu, serta terbagi menjadi zona utara, tengah, dan selatan. Banjarnegara dikenal dengan Dawet Ayu dan semboyan “Gilar-Gilar” yang berarti kota yang bersih, tertib, indah, aman, nyaman, tenteram, sopan, dan sehat. Kabupaten ini memiliki total 2.002 satuan pendidikan (968 PAUD, 826 SD, 143 SMP, 62 SMA/SMK, dan 3 SLB). Mulai Senin, 6 Januari 2025, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahap awal telah dimulai, melayani 2.702 porsi bagi satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, dan SMK di Kecamatan Sigaluh. Saat ini, dari target total 200.000 penerima manfaat (termasuk peserta didik, ibu hamil, dan balita), baru 7.000 penerima manfaat yang terlayani oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah aktif. Kondisi tersebut tentunya mendorong pemerintah Kabupaten Banjarnegara untuk terus melakukan percepatan realisasi program makan bergizi gratis yang digagas oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir dengan tujuan yang jauh lebih mulia daripada sekadar pemberian makanan. Secara fundamental, program ini bertujuan untuk meningkatkan status gizi masyarakat—khususnya anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui—guna mengurangi kasus stunting dan malnutrisi. Di Banjarnegara, MBG menjadi jawaban atas tantangan pemenuhan gizi seimbang agar peserta didik dapat tumbuh sehat, cerdas, dan kuat. Selain manfaat kesehatan tersebut, program ini diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar, menggerakkan ekonomi daerah, dan secara lebih besar lagi, mempersiapkan generasi mendatang yang sehat, produktif, dan berkualitas. Intinya, MBG adalah pondasi utama dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang menjadi syarat tercapainya Indonesia Emas 2045.

Implementasi program makan bergizi gratis di Kabupaten Banjarnegara menghadapi sejumlah kendala dan tantangan yang besar, baik dari segi geografis maupun pada manajemen k elembagaan

  1. Kendala Geografis dan Distribusi, kendala utamanya adalah wilayah Banjarnegara didominasi oleh medan pegunungan, karakteristik seperti ini tentunya menimbulkan kesulitan yang signifikan pada proses distribusi makanan. Aksesibilitas, banyak daerah memiliki jalan yang rusak, sempit, atau terjal. Wilayah pegunungan dengan medan naik dan turun menyulitkan untuk akses transportasi rodaempat. Banyak jalan menuju sekolah yang tidak dapat diakses kendaraan roda empat atau dalam kondisi rusak dan sempit. Hal ini tentunya secara langsung menghambat kelancaran logistic dan pengiriman makanan. Tingginya potensi bencana alam, terutama tanah longsor akan meningkatkan resiko, biaya distribusi, dan bisa mengancam keselamatan petugas. Kondisi geografis ini menuntut adanya strategi distribusi yang inovatif dan sumber daya tambahan untuk memastikan makanan bergizi dapat menjangkau seluruh penerima manfaat secara tepat waktu.
  2. Isu Koordinasi dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan, selain tantangan fisik kesulitan besar lainnya terletak pada aspek kelembagaan dan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Belum semua pemangku kepentingan menjalankan perannya masing-masing secara optimal, komunikasi dan koordinasi yang efektif, apalagi kolaborasi yang terpadu, belum terjalin dengan baik. Bagi kami selaku wali wilayah Kabupaten Banjarnegara, isu manajemen kelembagaan ini merupakan kendala dan tantangan terbesar. Diperlukan upaya serius untuk membangun sinergi, menyelaraskan persepsi, dan memperkuat kerja sama antar pihak agar program makan bergizi gratis dapat berjalan dengan efisien, efektif dan sukses.

Respon Positif Pemda Banjarnegara

Meskipun implementasi program makan bergizi gratis di Kabupaten Banjarnegara menghadapi berbagai kendala dan tantangan di lapangan, respon positif dan komitmen luar biasa dari Pemerintah Daerah Kabupaten Banjarnegara berhasil mereduksi kompleksitas serta mengatasi hambatan yang terjadi dalam pelaksanaannya, hal ini menjadi kunci utama dalam memudarkan kerumitan dan memastikan kelancaran pelaksanaan program tersebut. Aksi nyata yang telah dilakukan oleh pemda Banjarnegara diantaranya:

  1. Membentuk tim “Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis Kabupaten Banjarnegara”, melalui SK Bupati No. 400.7.13/832 Tahun 2025 yang ditanda tangani oleh Bupati Banjarnegara. Tim satgas terdiri dari para pemangku kepentingan lintas sektor, diantaranya: Bupati Banjarnegara, DPRD, Kepolisian Resort Banjarnegara, Kodim 0704 Banjarnegara, Kejaksaan, Pengadilan, Wakil Bupati, Sekda Banjarnegara, Kesbangpol, Baperlitbang, BPPKAD, Disdukcapil, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, camat se- Kabupaten Banjarnegara. Tugas dari satgas MBG adalah untuk mengawasi, mengevaluasi, dan memastikan program makan bergizi gratis (MBG) berjalan dengan lancar, akuntabel, efektif, tepat sasaran, serta sesuai dengan standar gizi dan keamanan pangan. Satgas ini berperan dalam koordinasi lintas sektor, penyusunan rencana kerja, pendampingan teknis, pengawasan kualitas makanan, monitoring dan evaluasi, hingga pelaporan hasil kegiatan. Koordinasi intensif yang dilakukan oleh satgas MBG dengan Badan Gizi Nasional melalui koordinator wilayah SPPI Kabupaten Banjarnegara (Irma Lusina), terus menerus dilakukan untuk memastikan tata kelola dan pelaksanaan program bisa berjalan dengan baik.
  2. Pendampingan dan pengawasan yang sudah dilakukan oleh Pemda Kabupaten Banjarnegara sebagai berikut:
    • Dindikpora melakukan pemantauan dan pengawasan langsung ke sekolah – sekolah, sebagai contoh pemantauan yang dilaksanakan oleh Sekretaris Dindikpora Bpk Novi Kusuma Wijaya beserta jajarannya dan juga wali wilayah Kabupaten Banjarnegara di TK Pertiwi Setda Banjarnegara. Pemantauan dan pengawasan dilakukan untuk melihat sekaligus mengevaluasi implementasi pelaksanaan MBG disatuan Pendidikan;
    • Dindikpora langsung menunjuk PIC MBG dan PIC Dashboar MBG dan membuat grup WA dengan satuan Pendidikan penerima manfaat MBG, Koordinator SPPI dan juga dari Dinas Kesehatan;
    • Pemantauan keamanan pangan dan kesiapsiagaan Kesehatan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan;
    • Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara melaksanakan pelatihan Keamanan pangan bagi para penjamah pangan di SPPG Karangkobar. Kegiatan ini merupakan bagian dari program MBG yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penjamah pangan agar mampu menjaga mutu serta keamanan makanan yang dikonsumsi masyarakat. Melalui pelatihan ini, Dinas Kesehatan mengimbau seluruh penjamah pangan untuk selalu memperhatikan kebersihan diri, peralatan, dan lingkungan kerja agar pangan yang disajikan aman, sehat, dan bebas dari risiko;
    • Koordinator SPPI Kabupaten Banjarnegara, Irma Lusita, telah menginisiasi dan menjalin komunikasi serta koordinasi yang efektif dengan Dindikpora, satuan pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya. Komunikasi dan koordinasi yang baik ini juga terjalin intens antara Kepala SPPG (SPPI) dengan satuan pendidikan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Komunikasi yang intens antara SPPG dan satuan pendidikan sangat menentukan keberhasilan program secara keseluruhan;
    • Dari 33 SPPG yang sudah operasional, sebanyak 22 SPPG sudah mengantongi sertifikat laik hygiene sanitasi (SLHS), dokumen ini wajib dimiliki oleh setiap dapurSPPG untuk memastikan makanan yang disajikan aman, bersih dan berkualitas.
    • Pemantauan dan pengawasan juga dilakukan oleh Kodim 0704 Kab.Banjarnegara, dan juga dilakukan oleh Polres Banjarnegara. Pemantauan MBG dilakukan guna memastikan pelaksanaan implementasi MBG disekolah berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
    • Pemantauan dan pengawasan dilakukan langsung oleh Bupati Banjarnegara, dr. Amalia pada dapur SPPG. Beliau ingin memastikan bahwa SPPG yang ada di Kabupaten Banjarnegara benar benar terjaga, baik dari segi keamanan pangannya, kebersihannya, menu MBG juga sesuai dengan menu gizi seimbang.

Dampak Positif Implementasi Program Makan Bergizi Gratis di Banjarnegara

Berdasarkan pengamatan dari wali wilayah yang bertugas di Kabupaten Banjarnegara, pelaksanaan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berjalan relatif baik dan memberikan dampak positif signifikan pada siswa, hal ini bisa dilihat dari:

  1. Peningkatan Kualitas Pembelajaran
    Program MBG berdampak langsung pada kesiapan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Siswa kini menjadi lebih fokus karena keluhan lapar akibat tidak sarapan dapat teratasi, sehingga konsentrasi belajar meningkat;
  2. Edukasi Gizi dan Perubahan Perilaku Makan
    Siswa mulai teredukasi mengenai pentingnya makanan bergizi. Sebagai contoh, terdapat perubahan perilaku positif di mana anak-anak yang semula tidak menyukai sayuran kini mulai berani mencoba mengonsumsinya. Edukasi ini juga meningkatkan pemahaman siswa terkait perbedaan antara makanan sehat dan makanan yang kurang sehat;
  3. PHBS semakin baik dilakukan oleh para siswa penerima manfaat MBG, dapat diartikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) berkontribusi positif terhadap peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di kalangan siswa penerima manfaat. Dengan gizi yang lebih baik dan edukasi kesehatan, siswa menjadi lebih sadar dan mampu mempraktikkan kebiasaan sehat seperti mencuci tangan, mengonsumsi jajanan sehat, dan menjaga kebersihan lingkungan, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup dan prestasi belajar mereka.;
  4. Penguatan Nilai-Nilai Karakter
    Melalui program MBG, terjadi penguatan nilai-nilai karakter pada siswa. Nilai-nilai positif yang mulai tumbuh di antaranya adalah rasa bersyukur, semangat berbagi, dan rasa tanggung jawab. Tertib, empati, budaya sekolah sehat terjaga;
  5. Kolaborasi antara satuan Pendidikan dengan orang tua terjalin dengan baik, dan manfaat MBG juga dirasakan oleh para orang tua siswa. Beberapa wali murid mengaku senang dan merasakan manfaat nyata dari program MBG, terutama bagi keluarga menengah kebawah. Para orang tua juga mengakui bahwa semangat anak – anak untuk berangkat semakin meningkat;
  6. Ekonomi lokal menggeliat, dengan cara membeli bahan pangan dari petani, peternak, nelayan, dan UMKM setempat, sehingga uang yang dibelanjakan berputar di daerah. Hal ini menciptakan efek berantai yang positif, seperti terciptanya lapangan kerja baru di dapur MBG dan sektor terkait (logistik, katering), meningkatnya daya beli masyarakat, serta tumbuhnya basis ekonomi kerakyatan di tingkat desa dan daerah;

Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah, sebagai perpanjangan tangan dari Kemendikdasmen (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah), telah melaksanakan advokasi strategis kepada Pemerintah Daerah Banjarnegara terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Advokasi ini diwujudkan melalui fasilitasi koordinasi dan kolaborasi, termasuk menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) MBG se-Jawa Tengah. Rakor tersebut dihadiri oleh: Dinas Pendidikan Kab/Kota/Provinsi , Dinas Kesehatan Kab/Kota/Provinsi, Koordinator SPPI Kabupaten/Kota dan Provinsi, Wali Wilayah se-Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, BBPMP Jawa Tengah, melalui wali wilayah secara aktif memberikan dukungan komprehensif yang meliputi:

  • Penguatan Pemahaman Regulasi
  • Asistensi Teknis terkait implementasi MBG di sekolah
  • Edukasi Gizi dan Penguatan Nilai Karakter
  • Pendampingan pelaksanaan program MBG
  • Pelaporan MBG melalui Dashboard MBG
  • Monitoring dan Evaluasi (Monev) implementasi MBG di sekolah.

Membangun Asa Untuk Generasi Gemilang

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banjarnegara, meskipun awalnya menghadapi tantangan yang signifikan antara pro-kontra di masyarakat, berhasil berjalan mulus berkat sinergi luar biasa dari seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan, tanpa kendala berarti atau Kejadian Luar Biasa (KLB). Program ini secara fundamental bertujuan untuk “Membangun Asa untuk Generasi Gemilang” melalui pemberian makan bergizi gratis, bertindak sebagai sistem yang memberikan daya ungkit bagi masa depan anak-anak Banjarnegara. Sebagaimana disambut baik oleh guru SD N 1 Sigaluh, Eka Budi Saputro, program MBG dinilai sangat membantu siswa dalam mendapatkan asupan gizi yang benar-benar baik. Dengan semangat gotong royong, MBG di Banjarnegara bukan sekadar akronim (MBG: Membangun Banjarnegara Gemilang), melainkan manifestasi nyata dari janji bahwa setiap anak berhak memiliki masa depan yang cemerlang melalui makan bergizi gratis, menumbuhkan harapan baru di wilayah pegunungan Dieng dan Lembah Serayu. (Febri Hartanti Purbaningrum_Widyaprada BBPMP Jateng)

Kemendikdasmen Prioritas