“Sekolah yang Bernapas”

Semarang, 30 Januari 2026 – BBPMP Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 29-31 Januari 2026 melakukan seminar nasional pengembangan model penjaminan mutu pendidikan. Salah satu kegiatan yang sangat menarik dalam perhelatan tersebut adalah pertunjukkan opera. Opera yang diperankan oleh anggota widyaprada BBPMP Provinsi Jawa Tengah tersebut berjudul “Sekolah yang Bernapas”. Opera menceritakan di sebuah kota kecil ada sebuah sekolah yang berhenti bernapas. Berhenti bernapas bukan karena ia tak punya harapan tapi karena ia lupa bagaimana rasanya bernapas. Bagaimana keseruan opera tersebut, yuk simak informasinya.

Adegan diawali dengan mengambil latar disebuah perumahan dimana anggota masyarakatnya sedang melakukan kerja bakti. Adi, salah satu peserta kerja bakti menanyakan kepada rekannya terkait dengan terkait dengan kebijakan wajib belajar 13 tahun. “Ya”, jawab Dedi salah satu rekannnya yang bekerja di BBPMP Provinsi Jawa Tengah. Wajar 13 tahun mulai dari PAUD sampai lulus SMA menjadi kebijakan pemerintah ujarnya kembali.

 

Adegan “Napas Pertama”, mengambil latar sebuah ruang kelas yang mengalami kebocoran pada saat hujan. Guru dan murid bahu membahu mengambil wadah untuk menampung air hujan. Neneng, salah satu murid sampai harus memakai payung di kelas, dan menanyakan ke gurunya sampai kapan kita harus memakai payung dikelas?. Melihat kondisi tersebut datang seorang pekerja Sudar namanya akan memberikan napas baru berupa revitalisasi ruang kelas dan sekolah sehingga sekolah menjadi lebih nyaman untuk belajar.

Adegan “Napas kedua”, mengambil latar di sebuah kelas yang didalamnya terdapat TV yang berukuran sangat besar. Putut salah satu murid yang berasal desa sangat terheran-heran melihat benda sebesar tersebut. Datanglah Erni, ibu gurunya dan menjelaskan bahwa benda itu. “IFP namanya, ini akan menjadi perangkat untuk belajar kita sekarang,” ujar Erni. Murid sangat gembira dan senang sekali dengan belajar memakai IFP sehingga langsung mencobanya.

Adegan “Napas ketiga”, mengambil latar di depan sekolah yang sedang kedatangan petugas SPPG untuk mengantar MBG. Sukamat selaku penanggungjawab MBG di sekolah tersebut menyampaikan pesan kepada muridnya bahwa makan bergizi sangat penting untuk murid untuk mendukung proses belajar dan peningkatan karakter murid.

Adegan “Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, menampilkan 7 adegan kebiasaan hebat mulai dari bangun bagi, beribadah, berolah raga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.

Adegan “Tes Kemampuan Akademik”, mengambil latar di ruang kelas. Novi, salah satu murid yang gundah dan ketakutan dengan adanya TK, takut jika nilai yang diperoleh jelek. Sigit, guru yang meneima curhatan tersebut meluruskan jika TKA bukan untuk menghakimi tapi menjadi kompas untuk menentukan arah kemana kamu akan melangkah.

Dengan bantuan napas baru yang berupa program prioritas tersebut, akhirnya sekolah dapat bernapas kembali dengan bangunan yang kuat, teknologi yang mengerakkan, makanan yang menyehatkan, karakter yang membimbing, evaluasi yang menuntun, dan perjalanan belajar yang memeluk sampai akhir.

Yuk tonton lengkap operanya di channel Youtube bbpmpjateng pada link https://youtube.com/live/Fg_AN-FA7a4?feature=share

(IM)

Kemendikdasmen Prioritas