

Tikus di Rumah Baroto Tirta Nursari …… Keceriaan hari Minggu dan celotehan yang bersahutan terusik oleh keributan kecil di sebuah rumah di sudut kampung. Itu rumah Pak Baroto. Lelaki pensiunan guru itu rupanya sedang marah besar. Jasnya yang baru saja keluar dari taylor di kota dan digantung di atas ranjang besi, berlubang besar…. dan…

AFAGOSIS lapar, adalah kata-kata kehilangan ingatan menelusup di perut-perut puisi hingga berkali-kali aksara terjaring di meja jamuan sajak dan takwilkan kerinduan diksi dari sehimpun cemas mungkin esok morfem menjadi porak poranda sebab peradaban tidak mampu lagi bicara tentang afagosis Malang, 2022 OPUS langit, semesta suara menghunjam tatapan, sampaikan syair di kelebat musim,…

Kacer Tirta Nursari Seekor kacer memakan korban. Seorang lelaki terluka, seorang lagi meninggal. Seorang perempuan menjadi janda, dan 3 anak menjadi yatim….sebuah perusahaan dirugikan puluhan juta. Ah, hanya karena seekor kacer… sederet manusia jadi korbannya… Kamukah salah satu diantaranya? Burung mungil itu terbang rendah di antara dedahanan pohon pakel yang sedang berbunga lebat…

SAWITRI DAN SELENDANG SUTRANYA (2/2) Tirta Nursai Lalu, pada saat hari mulai sendu meremang, perempuan itu melepas selendangnya, memasukkan ke dalam dompet berhiaskan sulaman bunga. Lantas dia akan memacu motornya, kembali pada kehidupan yang selalu saja meremangkan kuduknya. Namun dia harus pulang. Dia perempuan pengabdi. Perempuan itu memuja rembulan. Pada setiap malam, saat hari…

SAWITRI DAN SELENDANG SUTRANYA (1/2) Tirta Nursari Sungguh, perempuan itu sudah lupa rasanya bercumbu. Yang dia ingat, kala percumbuan terakhir itu dia hampir saja menumpahkan semua isi perutnya, andai sedikit saja dia lupa, bahwa lelaki itu masih berhak atas dirinya. Tubuh lembayung yang entah sudah berapa kali dilecut dengan kata-kata, tetapi masih juga dia suka…

Cinta jatuh cinta. Gosip itu tiba-tiba saja merebak begitu saja. Orang-orang dekatnya mulai mengamati perubahan yang terjadi pada dirinya. Gaya busananya, dandanan wajahnya, senyum di bibirnya, dan tentu saja, gesture tubuhnya. Memang tak ada yang berani bertanya langsung pada dirinya. Tetapi bukankah orang lebih suka kasak kusuk dan bermain asumsi saja di belakang daripada bertanya…

[fusion_builder_container type=”flex” hundred_percent=”no” equal_height_columns=”no” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” parallax_speed=”0.3″ video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” border_style=”solid”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ type=”1_1″ background_position=”left top” border_style=”solid” border_position=”all” spacing=”yes” background_repeat=”no-repeat” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” center_content=”no” last=”no” hover_type=”none” min_height=”” link=””][fusion_text] GURUKU… Oleh: Dr. Mampuono Guruku… Engkaulah tuntunanku Karenamu aku sregep sinau Sejak menjadi muridmu Sampai akhir hidupku Karena aku Mencontoh dirimu Guruku……

Tentang Sintren yang Menari dalam Memori Tirta Nursari Matahari menari Terus juga meninggi Ini, sudah 345 tahun, bukan lagi menghitung hari Brebes BERHIAS, merajut mimpi Raih prestasi, bukan sembunyi Oh, Dalam batas kenangan masa kecil Ada sepotong memori yang tertinggal di sini Tentang Genjring sulap Dan sintren dengan kurungan dan kaca mata gelap Lalu…

KARENA TAK ADA SEBAB SAAT MEMELUK CINTA *) Tirta Nursari Baik, dentangkan saja satu nada Tak perlu ragu apakah do atau re, bahkan jika itu si atau la, atau do tinggi pula Tak perlu kau bimbang, apakah lagumu berada di a mayor atau c minor Aku memang tak tahu irama dan terbata saat mengeja…

Beri sedikit ruang untuk rindu dimana kita dapat asyik mengenang masa lalu dimana jalinan masa itu menjadi indah saat kita kenang bersama beri sedikit ruang untuk sunyi dalam kesendirian ku melaju masih dapat ku kenang sekerjap cahaya wajahmu nan teduh aku tahu pada masa itu betapa susahnya kau menasehatiku dalam sunyi aku selalu terkenang dengan…