Pojok Sastra

  • Puisi : Menunggu

    Puisi : Menunggu

    *) By loedpri Menunggu Sabar Tak berbatas Rizky Ditunggu Dengan sabar Sakit Perlu sabar Untuk sehat Penat Sabar Berbatas waktu Semangat Berbatas waktu Siap menahan Bosan Rutinitas Perlu sabar Hidup Berbatas waktu Perlu sabar Syukur Pada Tuhan Allah yang Esa Rindu Dendam Perlu sabar Maut menjemput Adalah batas sabar Bagi semua makhluk

  • Puisi : Es Krim Turki di Pavilion

    Puisi : Es Krim Turki di Pavilion

    : Untuk Jasmine & Kinkin   Di sudut Pavilion, malam berhias Lampu-lampu kota bermekaran Memancar, bintang tergantikan. Gedung-gedung menjulang, setingkat lagi Menuju gerbang taman langit Tempat Tuhan menyeduh kopi Membincang nasib-nasib, Barisan orang urban yang menyemut Di sepanjang jalan 168, Bukit Bintang St, Bukit Bintang. Tak terkecuali, Pavilion Crystal Fountain Tiga tempayan bersusun, terukir dedaunan…

  • Kartini adalah

    Kartini adalah

    Hari Kartini, bukan sekedar mengenakan kebaya bukan sekedar mengenakan sanggul berat atau baju adat daerah warna warni lainnya   Hari Kartini adalah semangatnya, emansipasinya menggebrak meja dan menjadi pionir ora mung macak, manak, lan masak bukan ingin sejajar dengan laki-laki, atau melampauinya hanya kesempatan yang sama   Teruslah berjuang perempuan Indonesia kamu hebat kamu kuat…

  • Puisi : Membincang Warna tuhan-tuhan

    Puisi : Membincang Warna tuhan-tuhan

    Huruf-huruf menubuh kata Kata-kata menjelma kalimat Terikat, bermakna Aku, yang puisi Merangkainya, berbicara Menyeru semauku, apa saja Pernah kuseru, tuhan-tuhan berwarna Serupa pelangi saja, Orang-orang memuja. Ku tak mengerti, tuhan-tuhan itu, mau saja Di tato tubuhnya, Dengan simbol-simbol aneka rupa Ideologi, sebut mereka. Kulihat tuhan-tuhan berwarna, Dipancang tiang, berdampingan Berkibar, tak kulihat bertengkar. Justeru umat…

  • Puisi : Terlena
    ,

    Puisi : Terlena

    Sesaat Seperti lepas Dan kemudian kandas Sesaat Dengan langkah gontai Aku menuju keharibaanMu Sesaat Aku seperti Kehilangan keyakinanku pada Mu Sesaat Aku tertidur Dan terbangun ditengah padang nisan padang perhentian akhir suatu pengembaraan batas antara pengembaraan sesaat dengan pengembaraan abadi sesaat aku tersadar bahwa waktu ku sudah dekat aku harus segera kembali aku harus melepas…

  • Placeholder Icon
    ,

    Puisi : Rindu

    Ibu Sungguh aku sayang padamu Aku kangen Ibu Sunggah aku tak tahu Apa yang kau pikirkan tentang diriku Begitu sibuknya Kau atur atur diriku Kau arah aku Ke tempat yang belum tentu Aku mau Ibu Betapa rindunya aku padamu Aku rindu dengan cerewet mu Aku rindu dengan marahmu Ibu Tahukah dirimu Bahwa Aku sekarang sudah…

  • Placeholder Icon

    Puisi : Waktu

    Waktu merupakan mahkluk penuh misteri Tak pernah ada orang melihat waktu Bahkan bertemu dengannya Tapi semua kegiatan kita Selalu terikat oleh waktu Bagiku Waktu adalah mahluk yang usianya hanya sekejap mata Tak dapat kembali ke masa lalu Atau dipercepat ke masa depan Dengan waktu Daku belajar ikhlas meninggal kan masa lalu Dan Daku juga belajar…

  • Placeholder Icon

    Puisi : Rabu

    Hari ini Kembali ke hari Rabu Tidak ada yang berubah Masih seperti rabu 2 atau 3 minggu yang lalu Rabu 2 minggu yang lalu Dengan lembutnya Kau mengantar mandalawangiku Bermain ke tepi sungai Sampai batuk dan kedinginan Rabu Dengan lembut berubah menjadi sabtu Di sabtu Aku sempat pula bermain sebentar Keluar Untuk kemudian Kembali terkulai…

  • Placeholder Icon

    MUDIK-2 : TENTANG NINI DASIH

    Oleh : Dwi Kustari*           Badanku terasa segar setelah mandi air hangat. Aku mengambil gelas berisi teh panas yang disajikan oleh Budhe Onah di atas meja. “Kok pahit, Budhe?”, tanyaku. “Disini, kalau minum teh ya nggak pakai gula. Kalian orang Jogja memang sukanya manis-manis, ya. Sebentar, Budhe ambil gula dulu di…

  • Placeholder Icon

    Aisyah

    Aisyah Sang adinda Adik dari dua bersaudara Aisyah berbusana Muslimah Membuat sejuk bagi yang memandang Karena tampil menawan Walau semua tertawan Sempurna Andai Ada sepuluh Aisyah Pasti lebih menyejukkan Apalagi Jika ada seratus aisyah Bahkan seribu aisyah Negeri akan menjadi semakin menawan Dan tenteram Sejuk Teduh Menawan serta menenteramkan Negeri ini Jika semua menjadi aisyah…

Kemendikdasmen Prioritas