Pojok Sastra

  • Placeholder Icon

    Puisi : Anggun

    anak kecil itu berdandan dangan manisnya putri dia Melakukan persiapan menghadapi hari pertama nya hari masuk sekolah kelas satu sekolah dasar baju putih rok merah Kaos kaki putih sepatu hitam berikat pinggang hitam tak lupa berdasi Rapi baca juga : Puisi Sahabat ketika siap berangkat tak lupa cium tangan Umi dan abi sembari mengucap salam…

  • Placeholder Icon

    Puisi : Sahabat

    Kreta kutunggu Bukan hal tabu Dan tidak membosankan Bahkan menggairahkan Betapa tidak Disini Boleh duduk sambil menikmati hidangan Disini Muncul dari masa lalu Beragam kenangan Sore ini Kubaca tulisan seorang sahabat Dia tulis Betapa syukurnya atas Semua sahabat Jujur aku sependapat dengan mu tentang nilai ini Betapa Tersambungnya sahabat atas campur tangan Sang Maha Pencipta…

  • Placeholder Icon

    Puisi : Sederhana

    Oleh loedpri   Ikhlas itu sederhana Nggak neko neko Sesederhana keris budho sempono Yaitu keris tanpa luk Ikhlas itu sederhana Cukup melepaskan semua tuhan kecuali satu Ikhlas itu sederhana Cukup melepaskan semua beban kecuali yang menjadi tanggung jawabmu Ikhlas itu sederhana Tapi Dahsyat hasilnya Bagi jiwa Bagi raga Bagi langit Bagi bumi

  • Placeholder Icon

    Puisi Taubat

    Jiwa jiwa gelisah Merona Meronta Menunggu sang fajar diufuk timur Jiwa jiwa Memberontak Pada ke tidak pastian Menangis pada sang Illahi Tunduk Tafakur Jiwa jiwa Meronta Bersujud pada sang Pencipta Mohon pengampunan Atas kekakuan hati Atas kedengkian hati Atas keserakahan jiwa Yang sewenang wenang Jiwa jiwa Menangis sedih Menangisi diri Atas ketidak mampuannya baca juga…

  • Placeholder Icon

    Puisi Bunga Merah Melayu

    oleh : loedpri   usia kita sudah memasuki senja sama sama capek bak bunga merah yang mulai surut semangatnya…. tak perlulah remuk redam untuk hal yang tak pasti… hematlah sang semangat tuk persiapan menuju padang perburuan nan abadi…. jelaga jelaga hitam diwajahku… biarlah menjadi penghias abadi… dari masa lalu yang akan menemanimu mengarungi padang perburuan…

  • Placeholder Icon

    BUAH JERUK SUPERISTIMEWA

    Oleh : Dzakiron, Guru PAI SDN 01 Tenogo Kabupaten Pekalongan   “Oke, sekarang bagaimana cara kalian akan memetiknya?” tanya saya kepada tiga bocah di depan saya: Bima, Lana, dan Zidan pada Selasa sore, 11 Februari 2020 silam setelah Sholat Ashar di depan Masjid Baitul Abror Paninggaran Kabupaten Pekalongan. Sebelum Ashar, ketiga tetangga saya yang masih…

  • Placeholder Icon
    ,

    bercengkerama dalam kebisuan

    lelah…resah… disinilah kita saat ini… menualah kita sama sama mendekati usia senja… dan kita pun kan tenggelam… Lalu…dilupakan semoga bekal kita cukup…mandalawangiku Sampai saat akhir nanti Dalam kebisuan ini Sama sama kita sadari… memang hanya lilin yang kita punya…. akan tetapi… Dapat kita rasakan bersama bagaimana sang api membakar sumbu lilin itu…. Pelan tapi pasti….…

  • Placeholder Icon
    ,

    mandalawangi ku

    Karya : Loedpri Mandalawangiku… Setiap kulihat dirimu terlelap… Tak terasa memanas pelupuk mataku… Masih segar dalam ingatanku Betapa 15 tahun yang lalu dirimu adalah pribadi yang tomboy Sehingga…. Memakai rok pun serasa janggal Ingatkah dirimu ketika kutanyakan padamu….. Bu…pasti suka memakai celana jeans ya… Apa jawabmu waktu itu…. Ah…disimpan saja ya jawabannya Itu akan menjadi…

  • Placeholder Icon

    BERTEKUNLAH

    Oleh : Abigail Agata Chrisanta Dysa Juliana   Sekalipun orang tua tidak mendukungmu, jika kamu mau terus berusaha dan berdoa, yakinlah kesuksesan menunggumu.  Namaku Lia, aku tau aku tidak banyak dikenal. Namun, berkat kegigihanku aku berhasil membuat beberapa novel. Peminatnya pun sudah cukup banyak.  Hari itu, aku bersiap untuk berangkat ke sekolah. Aku  menyelesaikan sarapanku.…

  • Placeholder Icon

    Kontemplasi Sang Pemimpi

    Oleh : Audya NN   “Siapa namamu Nduk, Cah Ayu?” “Asmara, Nyai. Asmarandana.” “Sebentar lagi, akan terjadi pertumpahan darah di Kalidrajat ini, sebentar lagi Penyamun Negeri melejitkan api di langit Kalidrajat ini, sebentar lagi ketika Batavia semarak bahagia, Kalidrajat menangis tanpa suara.” Asmara terdiam, menatap mata abu-abu milik wanita asing, yaitu salah satu bangsa Belanda…

Kemendikdasmen Prioritas