Pojok Sastra

  • Placeholder Icon

    Puisi : Alhamdullillah

    sebentar lagi ramadan berlalu Ramadan berganti menjadi syawal syahdu merdu alhamdullillah ramadlan tahun ini dapat kulalui sebentar lagi ramadlan berakhir tak perlu kau tangisi kepergiannya bukan karena tahun depan kan datang lagi ramadan dan janganlah kau khawatir karena tak akan berjumpa dengan ramadann di tahun depan tapi syukuri saja dengan perjumpaan kita dengan ramadan di…

  • Placeholder Icon

    Puisi : Merdeka

    Agustus 1945 negeriku merdeka Merdeka dari perbudakan Merdeka dari kerja rodi Namun Pendidikan bangsa saat ini belum berubah Sejak jaman sabak Sampai jaman android Belum berubah Belum merdeka Kurikulum menjadi target Pendidikan Bukankah saat ini Anak anak kita tidak cukup hanya Memakan bangku sekolah saja Mereka perlu diajarkan tentang perubahan Bukan kemapanan Anak anak kita…

  • Placeholder Icon

    MUDIK

    Oleh : Dwi Kustari*   Besok adalah hari lebaran. Biasanya, beberapa hari sebelumnya saat menjelang lebaran, kami sudah bersiap-siap untuk mudik, pulang ke kampung halaman Bapak untuk menengok Mbah Cilacap, nenekku. Kalian pasti bertanya kenapa aku menyebut nenekku Mbah Cilacap. Sebetulnya orang tuaku yang membiasakan kami, anak-anaknya, untuk memanggil kakek nenek kami dengan sebutan Mbah…

  • Placeholder Icon

    Puisi : Separuh Ramadan

    Ramadanmu juga ramadanku Kita sahur bersama Kita berbuka bersama Tak terasa sudah Separuh ramadan Kita lalui bersama Sungguh ramadan kali terasa ringan Lega Lengkap dengan segala Kelebihan dan kekurangannya Ramadanmu mungkin tidaklah sama dengan romadanku Meskipun kita tapaki bersama Betapa tidak Kamu punya kesibukanmu sendiri Sedangkan aku dengan kesibukan ku Ramadan kali ini memang ringan…

  • Placeholder Icon

    Membisu

    tanpa bait tanpa kata huruf pun tidak membisu dan membatu menyaksikanmu Rindu memang Tapi Ikhlaskan saja Semua telah berlalu tanpa beban yang berarti baca juga : puisi cemburu Berharap Memang Tapi cukup ikhlaskan saja Walau belum terjadi toh semua asa Pasti bermekaran pada saatnya Seiring dengan putaran waktu Cukup siapkan bekal Cukupkan cukupkan Perbanyak doa…

  • Placeholder Icon

    MISTERI DESA PATUNG SEMAR

    Oleh : Dwi Kustari*   Kejadian yang ku alami pada tanggal 25 Desember 2018 masih kuingat dengan jelas sampai saat ini. Perjalanan dari Jogja menuju Semarang yang ku tempuh melalui Magelang yang diwarnai aroma mistis dan membawaku memasuki dunia yang tak kasat mata. Percaya atau tidak, namun peristiwa ini benar-benar terjadi. Namaku Tari, umur sudah…

  • Placeholder Icon

    Cemburu

    Aku cemburu padamu Ya Muhammad bin abdullah Karena engkaulah yang Diangkat menjadi rosul Bukan diriku Bukan ayah ku Bukan pula siapa siapaku Aku cemburu pada mu Ya rosulullah Karena engkaulah Yang menjadi penutup Para nabi Sungguh Aku cemburu padamu Ya rosullullah Karena engkaulah Yang menjadi panutan Seluruh umat baca juga puisi ramadlan Sekali lagi Aku…

  • Placeholder Icon

    Puisi : Ramadlan

    Dua belas purnama telah berlalu Beberapa hari lagi kita kan memasuki bulan syahdu Ramadlan Ramadlan Tahun ini Sepertinya masih seperti tahun lalu Kesyahduannya masih terasa hingga kini Betapa pun Tahun lalu Merupakan Ramadlan dalam pandemi Tahun ini berulang lagi Ramadan saat pandemi Dua belas purnama Jarak antara dua Ramadlan yang tlah lalu dan yang akan…

  • Placeholder Icon

    Puisi : Tanpa kecuali

    Tanpa kecuali Semua akan kembali KepadaMu Robbku Permasalahannya bukan Kan dibawa kemana Melainkan Aku siap apa Robbku Permasalahannya Seberapa yakin aku dengan persiapanku Bukan sebanyak apa Bekalku Robbku Pada akhirnya diriku Hanya dapat pasrah belajar ridho Sampai akhir Dengan keputusan Mu   *) loedpri

  • Placeholder Icon

    Puisi : Nol km

    Cintaku bermula dari titik o km Setelahnya Tumbuh lah cintaku seiring berjalannya sang waktu Cintaku bersemi Sesenti demi Sesenti Seinchi demi seinchi Selalu ku ingat sampai kini Titik 0 km Terpendam terpaku dalam hatiku baca juga : puisi anggun Seperti paku berkarat Menancap pada batang Membekas Meninggalkan sisa karat Cintaku dimulai dari titik 0 km…

Kemendikdasmen Prioritas