
oleh Eswen Ratu Firdaus Mentari bersinar terang dengan begitu indahnya. Cahaya matahari memenuhi seisi bumi. Jam telah menunjukkan pukul 2 siang saat ini. Sedangkan seorang lelaki berhidung bangir berkulit tan masih sibuk berbincang dengan pakdenya di teras rumah. “Berkunjung ke sini rasanya bikin kangen masa kecil, pakde. Apalagi kalau sambil menunggu masakannya bude, bikin…
Oleh: Utami Panca Dewi Juni memandang semangkuk Jamu Jun di depannya. Bukannya langsung menikmati, gadis itu malah menatap cairan kecokelatan ber-topping putih itu dengan tatapan kosong. “Kowe nopo to Nduk, sejak pulang dari Bandung kok melamun saja kerjamu? Iku Jamu Jun kesenenganmu mung tok penthelengi?” tanya Ibu “Eh… Ibuk. Ini loh Buk, aku tu…
Oleh: Ana Rahmawati Ningsih, S.Pd., M.Pd. Pagi itu, aku tergesa. Tanpa sarapan, aku berlari meninggalkan keadaan rumahku yang belum sempat aku rapikan. Aku akan terlambat, pikirku. Kulihat jam tanganku. Hampir menunjukkan pukul 7 pagi. “Bagaimana ini?” Kuhela napas berkali-kali. Aku harus membimbing siswaku. Dia akan berangkat ke Jakarta pukul 10 pagi. Setidaknya, ada bekal…
M. Agus Khamid Arif Liburan telah usai, saatnya ku kembali ke rutinitas bekerja sebagai pegawai kontrak di kota Semarang. Pagi buta ku harus berpacu dengan waktu, agar tak ditinggal kereta. Seakan di hari Senin ini menjadi waktu untuk orang-orang saling menyalip seperti pembalap MotoGP. Walaupun driver Ojol yang kutumpangi tak segesit dan selincah Valentino…
Karya : Rini Nofita Sari Di hari yang nampak sendu doa-doaku seperti buih di lautan Berlayar memerangi hawa dingin nan panas Singgah di bibir pantai pasir putih nan hitam Di ujung mata terdapat gambar kibaran merah putih Tubuhku berdiri menatap Sang Pusaka Indonesia Bumi nusantaraku adalah jiwaku Sungguh, Aliran sungai adalah aliran darahku…
Karya : Mutiara Hasnatul Jannah Berjalan aku ke timur Ke tanah sinar matahari mulai menjamur Kusaksikan wajah-wajah manusia yang berkarat Para pelajar memenggal kaki-kaki mereka Perempuan-perempuan hidup kekeringan Dan laki-laki yang tenggelam pada tambang logam Berjalan aku ke barat Di kota-kota penuh keringat Di belakang gedung-gedung, jalan-jalan, dan menara Ada tubuh berjejal dalam kotak…
Oleh : Akwila Agustia Christiyanti Kini malam itu sunyi Sunyi tak bersuara apapun Dahulu makhluk itu bersenandung Bersuara bahkan bernyanyi Pijakan kaki itu menggema di tiap tanah yang terpijak Kebisingan malam yang kudengar Bukan seru bahagia makhluk dalam hutan rindang itu Jerit kudengar Satu persatu hangus bahkan mati Satu persatu rusak bahkan hancur Satu…
Oleh : Agung Probo Sasmito,S.Pd Sebatas apa… Kesetiaanmu kawan Yang senantiasa kau gaungkan Disetiap pagi dan petang Karena hanya keluh yang kau gumamkan Ketika khabar dari seberang berhamburan Di televisi, medsos, dan majalah bulanan Tingkah polah raja – raja zaman Ancaman invasi dan embargo yang memuakkan Dunia menyempit dan nampak tua Meski…
Oleh Yulita ZN Selamat sore anak didikku Kali ini ibu akan bercerita Cerita tentang sebuah perjuangan yan tak akan terlupa Saat ini kalian sedang ikut berkarya dalam berjarak Lewat gawai-gawai Yang terhubung menara sinyal yang menjulang Tak apa anakku Teruslah ukir apa yang ingin kau tulis Teruslah gambar apa yang ingin kau lukis Teruslah raih…
Oleh : Parno, S.Pd.SD, M.Pd. (Parpal Poerwanto) Lelaki itu mengumpulkan jejak Yang terserak pada remah sejarah Di atas zig-zag artefak kelam Dari sisa-sisa ingatannya Tentang kisah kakeknya yang mati muda Saat ayahnya masih dalam kandungan Dipandangnya potret buram Terpampang di dinding bambu Kusam termakan waktu dan jerebu Diam bisu tapi membakar rindu Pada bongkah-bongkah semangat…