(Semarang 11 Juni 2026). Salah satu program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah adalah wajib belajar 13 tahun. Semua anak Indonesia harus diberi kesempatan dan mendapatkan pelayanan pendidikan selama 13 tahun yang terdiri-dari 6 tahun di pendidikan dasar, 3 tahun pendidikan menengah pertama 3 tahun pendidikan menengah atas, dan ditambah 1 tahun pra sekolah. Dalam rangka menyukseskan gerakan wajib belajar 1 tahun pra sekolah ini, BBPMP Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan workhsop penyusunan program kerja bunda PAUD pada tanggal 9 sampai dengan tanggal 11 Juni 2026. Kegiatan yang diikuti oleh 35 kelompok kerja dari kabupaten/kotamadya se jawa tengah ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Pokja Bunda PAUD Kabupaten/Kota dalam menyusun program kerja yang terarah, terukur, dan mendukung implementasi kebijakan Wajib Belajar 1 Tahun Pra Sekolah. 105 orang yang terdiri-dari 35 kabid PAUD, 35 anggota Pokja bunda PAUD, dan 35 waliwilayah BBPMP Jawa Tengah mengikuti kegiatan dengan serius dan berdiskusi untuk menyusun program kerja pokja bunda PAUD tahun 2026. Masing-masing pokja kabupaten / kotamadya setelah mengikuti berbagai materi, menyusun program kerja pokja dengan didampingi oleh wali wilayah BBPMP.
Pada sambutan pembukaan kegiatan, kepala BBPMP Jawa Tengah Dr Nugraheni Triastuti, SE, MSi, mengatakan bahwa peran pokja bunda PAUD dibawah kendali bunda PAUD sangat penting dan luar biasa dalam menyukseskan semua program pendidikan anak usia dini, khususnya pelaksanaan gerakan wajib belajar 1 tahun pra sekolah sebagai bagian dari program wajib belajar 13 tahun. Oleh karena itu pokja bunda PAUD harus memiliki pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan menyusun program kerja yang jelas, terukur sehingga sehingga semua program kerja bisa terlaksana dan mencapai hasil yang sudah ditetapkan agar mencapai standar pelayanan PAUD. Terdapat 3 indikator standar pelayanan minimal untuk PAUD yakni, Angka Partisipasi Sekolah, jumlah lembaga yang terkareditasi minimal B, dan pendidikan guru PAUD minimal D4/S1.
Sebelum menyusun program kerja, peserta mengikuti berbagai materi sebagai bekal penyusunan, materi kebijakan wajib belajar 1 tahun pra sekolah, strategi implementasi, peran bunda, dan juga berbagai praktik baik dari pokja bunda PAUD kota pekalongan, dan kabupaten Klaten. Kegiatan workshop diakhiri dengan penyusunan program kerja awal masing-masing pokja dari masing-masing kabupaten / kota berdasarkan pada data masing-masing kabupaten/kota dengan strategi yang tepat. Perencanaan yang dituangkan program kerja akan menentukan keberhasilan pelaksanaan untuk mencapai tujuan. (HM)








