Materi Pendampingan Sekolah Binaan (SMPN 6 Rembang) 12 Juni 2026
Oleh: SW Widodo, Widyaprada BBPMP Jawa Tengah
Elaborasi Deep Learning (Bagian 1)
Selamat pagi Bapak/Ibu Guru, salam sehat untuk semua
Agar dapat konteks penilaian dalam pembelajaran mendalam secara mendalam, kita elaborasikan pemahaman pendekatan pembelajaran mendalam.
Minggu lalu Saya contohkan sekilas bagaimana proses pembelajaran menggali data tentang suhu rata-rata siang hari bulan Juni di kecamatan Rembang. Mengapa proses pembelajaran yang demikian dilakukan siswa? Di situlah letak Deep Learning. Belajar haruslah mindfull, dengan kesadaran penuh. Pembelajar hadir secara utuh (fisik, mental, emosional). Pembelajar tahu persis apa yang sedang dipelajari, memahami tujuan belajarnya, dan fokus pada prosesnya—bukan sekadar menghafal untuk mengejar nilai.
Mengapa disebut Deep Learning? Mengapa istilahnya meniru proses mentraining jaringan syaraf buatan dalam pengembangan AI (Akal Imitasi)?
Pembelajaran konvensional selama ini membelajarkan siswa untuk menguasai fakta, konsep, prinsip, prosedur dan generalisasi. Pembelajaran menjadi transfer of knowledge, values dan skills. Ini adalah surface learning (pembelajaran dangkal). Sudah saatnya proses pembelajaran menjadi transformation of knowledge, values dan skills sehingga menjadi pengalaman baru yang bermakna (meaningfull) dalam kehidupan sehari-harinya (deep learning).
Marilah Kita ikuti penjelasan Bapak Mendikdasmen Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. dalam Kuliah Umum: Pendekatan Pembelajaran Mendalam dalam Transformasi Pendidikan di Universitas Negeri Malang pada tanggal 13 Februari 2025 (https://youtu.be/EflpZj3zA1g?si=a_GvOHKzU-SFNZey).
Pembelajaran Mendalam antara lain didasarkan pada teori dalam Psikologi yang disebut dengan Konstruktivisme dan Information Processing. Berkembangnya teori Konstruktivisme terkait erat dengan Deep Level of Information Processing di dalam proses pengembangan AI. Dalam Teori Konstruktivisme belajar adalah “To Construct of Knowledge”.
Teori Konstruktivisme dalam perkembangannya dipengaruhi oleh tiga hal yang sedang berkembang saat itu.
Pertama adalah ditemukannya komputer. Dalam komputer terjadi proses memperoleh informasi, menyimpan informasi dan proses menggunakan informasi. Hal ini mirip kerangka kerja pembelajaran yang diungkap oleh John Biggs dengan “3 P Model” (Biggs 1982:9) yaitu Presage (sebelum pembelajaran), Process (selama pembelajaran) yang meliputi surface learing dan deep learning serta Product (setelah pembelajaran). Kedalaman dan kualitas dalam proses sangat menentukan kedalaman dan kualitas hasil (produk) pembelajaran.
Kedua adalah berkembangnya pemahaman manusia tentang bagian-bagian otak, yang bekerja mirip komputer: mengolah informasi, menyimpan informasi, dan menggunakan informasi. Dalam proses ini manusia bukan saja menggunakan Indera, tetapi juga melibatkan otak (berpikir) dan bahkan melibatkan perasaan (emosi) yang juga merupakan bagian dari otak. Jadi pintu pertama dari belajar mendalam adalah perhatian yang kemudian dihubungkan dengan pengalaman sebelumnya (prior of knowledge) menjadikan seorang pembelajar semakin ingin tahu.
Ketiga adalah berkembangnya pemikiran bagaimana ilmu (yang diperoleh dari dua proses pertama dan kedua) tersebut digunakan. Kata kunci di sini adalah transformation of knowledge, bukan transfer of knowledge. Kalau hanya sekedar transfer of knowledge, pembelajar hanya sekedar tahu (know), berarti surface learning. Sedangkan dalam Transformation of Knowledge pembelajar memahami bagaimana menggunakan pengetahuannya itu (deep learning).
(Bersambung)
Referensi
Biggs, John B.; Collis, Kevin F. (1982). Evaluating The Quality of Learning:SOLO Taxonomi (Structure of the Observed Learning Outcome) . Seri psikologi pendidikan. New York: Academic Press . ISBN 0120975505OCLC
Fullan, M., Quinn, J., & McEachen, J. (2018). Deep learning: Engage the world change the world. Joint Publication Corwin and Ontario Principal Council. ISBN 9781506368580
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (20250. Naskah Akademik Pembelajaran Mendalam: Menuju Pendidikan Bermutu. Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, BSKAP Kemendikdasmen.
Kemdikdasmen. (2025, 13 Februari). Kuliah Umum: Pendekatan Pembelajaran Mendalam dalam Transformasi Pendidikan (Live – Kuliah Tamu Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. – Menteri Pendidikan Dasar Dan Menengah) [Video]. YouTube. [Video]. YouTube. https://youtu.be/EflpZj3zA1g?si=a_GvOHKzU-SFNZey








