Apa yang Sebenarnya Dipelajari Murid dalam KKA?

Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (KA) telah mengubah cara manusia belajar, bekerja, dan berinteraksi. Oleh karena itu, Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) hadir untuk membekali murid dengan kemampuan yang diperlukan agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami, memanfaatkan, dan mengembangkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

KKA bukan sekadar pembelajaran tentang menulis kode program. Mata pelajaran ini dirancang untuk mengembangkan kemampuan berpikir logis, sistematis, kreatif, dan kritis melalui berbagai pengalaman belajar yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, KKA juga membantu murid memahami bagaimana teknologi digital dan kecerdasan artifisial bekerja serta dampaknya bagi masyarakat.


Capaian Pembelajaran KKA

Capaian Pembelajaran KKA disusun secara bertahap, mulai dari kemampuan dasar hingga kemampuan yang lebih kompleks. Murid terlebih dahulu belajar memahami konsep-konsep dasar seperti berpikir komputasional, literasi digital, dan kecerdasan artifisial. Setelah itu, murid didorong untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam berbagai aktivitas, seperti menyusun algoritma sederhana, menjaga keamanan informasi pribadi saat berkomunikasi di ruang digital, serta membuat berbagai konten digital. Susunan capaian yang bertahap ini membantu guru merancang pembelajaran dan asesmen yang sesuai dengan perkembangan kemampuan murid.


Materi yang Dipelajari dalam KKA

Materi KKA disusun secara bertahap sesuai perkembangan murid dan mencakup enam elemen utama.

1. Berpikir Komputasional

Murid belajar:

  • memahami dan merumuskan masalah secara sistematis;
  • melakukan dekomposisi atau memecah masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil;
  • mengenali pola, melakukan abstraksi, dan menyusun algoritma;
  • mengintegrasikan logika, kreativitas berbasis data, dan analisis dalam pemecahan masalah;
  • menyelesaikan permasalahan secara efektif, baik secara mandiri maupun kolaboratif.


2. Literasi Digital

Murid belajar:

  • menggunakan media dan teknologi digital secara tepat;
  • memproduksi konten digital;
  • mendiseminasikan atau menyebarluaskan konten digital;
  • memahami etika dalam ruang digital;
  • menerapkan prinsip keamanan digital dalam aktivitas bermedia.


3. Literasi dan Etika Kecerdasan Artifisial

Murid belajar:

  • memahami konsep dasar kecerdasan artifisial;
  • memahami cara kerja kecerdasan artifisial;
  • mengenali manfaat dan dampak kecerdasan artifisial;
  • mengembangkan sikap kritis terhadap penggunaan kecerdasan artifisial;
  • menerapkan etika dalam pemanfaatan kecerdasan artifisial.


4. Pemanfaatan dan Pengembangan Kecerdasan Artifisial

Murid belajar:

  • memanfaatkan kecerdasan artifisial untuk membantu menyelesaikan masalah;
  • menggunakan kecerdasan artifisial untuk meningkatkan efisiensi dalam kehidupan nyata;
  • memahami penerapan kecerdasan artifisial dalam berbagai konteks;
  • mengembangkan dan menyempurnakan sistem kecerdasan artifisial sesuai tingkat perkembangan dan pembelajarannya.


5. Algoritma Pemrograman

Murid belajar:

  • membaca dan memahami instruksi secara bermakna;
  • menyusun instruksi yang logis, sistematis, dan bertahap;
  • mengembangkan solusi terhadap berbagai persoalan;
  • memahami paradigma pemrograman secara berjenjang;
  • bekerja secara mandiri maupun kolaboratif dalam menyusun solusi berbasis pemrograman.


6. Analisis Data

Murid belajar:

  • menstrukturkan data;
  • memasukkan dan mengelola data;
  • menganalisis data;
  • menarik kesimpulan dari data;
  • membuat keputusan dan prediksi berdasarkan data;
  • menyajikan data secara bermakna.


Metode Pembelajaran KKA

Pembelajaran KKA dirancang agar aktif, kontekstual, dan berpusat pada murid. Materi tidak hanya disampaikan melalui penjelasan guru, tetapi juga melalui kegiatan eksplorasi, diskusi, praktik, proyek, simulasi, presentasi, dan refleksi. Pendekatan ini membantu murid memahami konsep sekaligus menerapkannya dalam situasi nyata.

Salah satu karakteristik penting KKA adalah pembelajaran yang dikaitkan dengan permasalahan yang dihadapi murid dalam kehidupan sehari-hari maupun lingkungan sekitar. Dengan cara ini, murid dapat melihat bahwa konsep KKA memiliki manfaat nyata untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan.

KKA juga dapat dilaksanakan secara fleksibel sesuai kondisi satuan pendidikan. Pembelajaran dapat menggunakan perangkat digital (plugged), memanfaatkan internet (internet-based), maupun dilakukan tanpa perangkat digital (unplugged). Dengan demikian, keterbatasan sarana tidak menjadi hambatan untuk mulai melaksanakan pembelajaran KKA.


Pembelajaran yang Berpusat pada Manusia

Karakteristik lain yang membedakan KKA adalah penggunaan pendekatan human-centered. Dalam pendekatan ini, teknologi dipandang sebagai alat untuk membantu manusia, bukan menggantikan manusia. Murid didorong untuk memahami bahwa pengembangan dan pemanfaatan teknologi harus selalu mempertimbangkan nilai-nilai etika, kemanfaatan, keamanan, dan kesejahteraan manusia.

Karena itu, keberhasilan pembelajaran KKA tidak hanya diukur dari kemampuan teknis murid, tetapi juga dari berkembangnya sikap bertanggung jawab, kemampuan bekerja sama, kreativitas, serta kemampuan berpikir reflektif dalam memanfaatkan teknologi.

Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial memberikan kesempatan kepada murid untuk mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan pada era digital. Melalui materi yang terstruktur dan metode pembelajaran yang aktif, kontekstual, serta fleksibel, murid diharapkan mampu menjadi individu yang cakap memanfaatkan teknologi, mampu menyelesaikan masalah secara kreatif, serta memiliki kesadaran etis dalam penggunaan teknologi digital dan kecerdasan artifisial.

Dengan demikian, KKA bukan hanya tentang belajar teknologi, tetapi juga tentang mempersiapkan generasi yang mampu menggunakan teknologi secara cerdas, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi masyarakat. (nuning)

Kemendikdasmen Prioritas