Materi Pendampingan Sekolah Binaan (SMPN 6 Rembang) 19 Juni 2026
Penguatan Penilaian Pembelajaran Deep Learning (4)
Kuantitatif dan Kualitatif
Oleh: SW Widodo, Widyaprada BBPMP Jawa Tengah
Selamat pagi Bapak/Ibu Guru, salam sehat untuk semua
Dalam tulisan sebelumnya, Saya ringkaskan paparan Bapak Mendikdasmen Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. dalam Kuliah Umum: Pendekatan Pembelajaran Mendalam dalam Transformasi Pendidikan di Universitas Negeri Malang pada tanggal 13 Februari 2025 (https://youtu.be/EflpZj3zA1g?si=a_GvOHKzU-SFNZey). Dapat Kita simpulkan bahwa transfer of knowledge, values dan skills adalah surface learning (pembelajaran dangkal). Untuk menjadi pembelajaran mendalam, knowledge, values dan skills harus ditransformasikan dalam praktik nyata kehidupan sehari hari.
Transfer pengetahuan, nilai dan keterampilan terjadi dalam pembelajaran konvensional seperti kegiatan-kegiatan membaca satu bab buku, mengikuti pelajaran, berdiskusi dan mencatat, pergi studi lapangan, melihat demonstrasi, mempelajari peta, atau menulis esai. Sedangkan transformasi pengetahuan, nilai dan sikap terjadi dalam pembelajaran mendalam yaitu menggunakan yang telah dipelajari tersebut dalam aktivitas seperti membuat penilaian, membuat prediksi, menyelesaikan konflik dalam laporan kejadian, menafsirkan puisi atau peta, membuat keputusan, atau memecahkan masalah. Penerapan atas apa yang telah dipelajari ini menggunakan serangkaian komponen (fakta atau konsep, proses atau keterampilan) yang dapat digunakan secara mandiri atau digabungkan satu sama lain (Briggs, 1982:3).
Setelah seorang siswa terlibat dalam episode penerapan pembelajaran mendalam seperti itu, pendidik perlu menilai (begitu juga dengan siswanya menilai dirinya sendiri) seberapa banyak yang telah dipelajari (how much) dan seberapa baik (how well) itu dipelajari. Penilaian melibatkan kedua aspek ini, baik kuantitatif (seberapa banyak) maupun kualitatif (seberapa baik).
Evaluasi kuantitatif relatif mudah dilakukan. Bapak Ibu guru sudah melakukannya sepanjang waktu. Di sini guru ingin tahu berapa banyak poin yang bisa diingat oleh siswa, jumlah kata yang bisa dieja, jumlah soal yang bisa diselesaikan dengan benar, jumlah strategi menyerang dalam permainan olah raga, kata yang bisa digunakan dengan sukses, jumlah aturan tata bahasa yang bisa diterapkan. Saat ini berkembang teknologi untuk membantu guru menilai secara kuantitatif; memang, hampir seluruh bidang pengujian pendidikan berkaitan dengan penilaian kuantitatif dalam pembelajaran. Sedangkan evaluasi kualitatif juga telah sering dilakukan. Biasanya dibuat nilai kategori seperti “A”, “B”, “C” atau “D”. Di sini jarak antara “A” dan “B”, antara “C” dan “D” menjadi subyektif. Evaluasi di sini menjadi lebih terasa mengukur “How much” dari pada “How well” (Briggs, 1982:4).
(Bersambung)
Referensi
Biggs, John B.; Collis, Kevin F. (1982). Evaluating The Quality of Learning:SOLO Taxonomi (Structure of the Observed Learning Outcome) . Seri psikologi pendidikan. New York: Academic Press . ISBN 0120975505OCLC
Fullan, M., Quinn, J., & McEachen, J. (2018). Deep learning: Engage the world change the world. Joint Publication Corwin and Ontario Principal Council. ISBN 9781506368580
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (20250. Naskah Akademik Pembelajaran Mendalam: Menuju Pendidikan Bermutu. Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, BSKAP Kemendikdasmen.
Kemdikdasmen. (2025, 13 Februari). Kuliah Umum: Pendekatan Pembelajaran Mendalam dalam Transformasi Pendidikan (Live – Kuliah Tamu Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. – Menteri Pendidikan Dasar Dan Menengah) [Video]. YouTube. https://youtu.be/EflpZj3zA1g?si=a_GvOHKzU-SFNZey








