Beberapa Contoh Pembelajaran Mendalam Sejarah

Pendampingan Penguatan Penilaian Pembelajaran Mendalam SMPN 6 Rembang (Bagian 6 tanggal 9 Juli 2026)


BEBERAPA CONTOH PEMBELAJARAN MENDALAM SEJARAH


Selamat Siang Bapak dan Ibu, Salam Sehat untuk semua.

Pada pendampingan sebelumnya Kita bahas situasi pembelajaran terbuka yang lebih bersifat “Discovery Learning” dan “Mendalam” berbeda dengan pembelajaran tertutup yang lebih bersifat “Penerimaan” (Ausubel dalam Biggs, 1982:8).

Pada bagian pertama tulisan ini dipaparkan, bahwa proses pembelajaran mendalam sangat mirip dengan proses kerja komputer (https://youtu.be/EflpZj3zA1g?si=a_GvOHKzU-SFNZey).  Informasi yang diterima oleh indra manusia akan diproses oleh otak untuk disimpan atau digunakan. Tingkat kedalaman proses informasi itulah (the deep level of information) yang menentukan kedalaman pembelajaran.

Ketika siswa sudah mampu memahami suhu kemudian praktek mengukur suhu tubuh, praktek mengukur suhu rata-rata suatu wilayah, dan “Discovery Learning” keterkaitan suhu dengan perubahan wujud benda berarti terjadi pembelajaran mendalam.

Ketika siswa sudah mampu memahami perubahan wujud benda dan dilanjutkan dengan  “Discovery Learning” cara kerja kulkas yang menggunakan tabung freon, terjadilah pembelajaran mendalam.

Demikian juga dengan “Discovery Learning” menjawab pertanyaan: “Mengapa semakin tinggi suatu tempat suhunya semakin dingin padahal semakin dekat matahari?”; “Mengapa semakin tinggi tempat oksigen semakin tipis?”; atau pertanyaan yang lebih rumit “Mengapa waktu satu hari satelit GPS lebih cepat 38 mikrodetik daripada di permukaan bumi?”; atau “Cahaya itu gelombang atau partikel?”

Ketika sampai tahapan evaluasi dari pembelajaran mendalam seperti di atas, maka sangat penting untuk Kita implementasikan Taksonomi SOLO (Structure of Observed Learning Outcomes). Taksonomi ini menggunakan kerangka berpikir yang dirancang untuk mengevaluasi dan memahami tingkat kompleksitas dalam pembelajaran siswa. Taksonomi ini membantu guru untuk menilai kualitas hasil belajar siswa berdasarkan tingkat pemahaman mereka terhadap suatu topik. Taksonomi SOLO mengklasifikasikan hasil belajar ke dalam lima tingkat hierarki, mulai dari pemahaman yang dangkal hingga yang lebih mendalam yaitu; (1). Prastruktural: Tidak memahami materi; (2). Unistruktural: Memahami satu aspek; (3). Multistruktural: Memahami beberapa aspek, tanpa menghubungkan; (4). Relasional: Menghubungkan berbagai aspek secara kohesif; (5). Berpikir abstrak yang mendalam: Menerapkan pemahaman dalam konteks baru (Kemendikdasmen,2025:32).

Saya akan menukik ke beberapa contoh yang Saya ambilkan dari buku Biggs “Evaluating The Quality of Learning:SOLO Taxonomi (Structure of the Observed Learning Outcome)”. Biggs tinggal di Hobart, sebuah kota di sebuah pulau sebelah selatan Australia. Dengan demikian Kita akan lebih mudah memasuki alam berfikir Taksonomi SOLO.

Pada tulisan ini, kami akan menyajikan beberapa contoh dan kemudian membahas beberapa implikasi untuk pembelajaran mendalam sejarah. Ada banyak jenis soal yang memicu jawaban yang bisa diklasifikasikan; setiap jenis soal atau situasi punya tujuan sendiri dalam kurikulum sejarah. Untuk tujuan ilustrasi, situasi berikut akan digunakan dalam tulisan ini:

1. Menarik kesimpulan dari tampilan informasi (misalnya, sebuah pelajaran, dokumen asli)

2. Memberikan penilaian nilai tentang suatu peristiwa sejarah

3. Menyelaraskan bukti yang bertentangan dari sumber yang berbeda

4. Membuat interpretasi yang masuk akal dari data yang tidak lengkap

5. Memahami istilah sejarah dan konsep sosial

6. Menarik makna sebuah konsep dari konteks

Masih banyak situasi pembelajaran lain yang bisa digunakan, dan pertanyaan yang lebih luas tentang nilai relatif situasi dan jenis soal, serta tempatnya dalam struktur disiplin sejarah yang diajarkan di sekolah.

(Bersambung)



Referensi
Biggs, John B.; Collis, Kevin F. (1982). Evaluating The Quality of Learning:SOLO Taxonomi (Structure of the Observed Learning Outcome) . Seri psikologi pendidikan. New York:  Academic Press . ISBN 0120975505OCLC

Fullan, M., Quinn, J., & McEachen, J. (2018). Deep learning: Engage the world change the world. Joint Publication Corwin and Ontario Principal Council. ISBN 9781506368580

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (2025). Naskah Akademik Pembelajaran Mendalam: Menuju Pendidikan Bermutu. Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, BSKAP Kemendikdasmen.

Kemdikdasmen. (2025, 13 Februari). Kuliah Umum: Pendekatan Pembelajaran Mendalam dalam Transformasi Pendidikan (Live – Kuliah Tamu Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. – Menteri Pendidikan Dasar Dan Menengah) [Video]. YouTube.  https://youtu.be/EflpZj3zA1g?si=a_GvOHKzU-SFNZey

Kemendikdasmen Prioritas